Penilaian lomba dilakukan per ruang kelas, bukan per kelas. Karena ada satu ruangan yang terdiri dari 3 kelas, dan ada ruangan yang diisi oleh 2 kelas. Tapi ada juga satu ruangan yang hanya diisi oleh satu kelas, seperti kelas 6A dan 6B, yang berada di lantai 2, sekolah yang terletak di Jln Borong Raya No. 8 Makassar itu.
Setiap ruangan ditata menarik. Ada yang menampilkan pojok baca dengan buku-buku dan kata-kata motivasi agar gemar membaca. Ada yang menampilkan gambar dan puisi di majalah dinding, serta kerajinan tangan daur ulang hasil karya murid-murid yang diletakkan di depan kelasnya.
Umumnya, setiap kelas menampilkan semangat peringatan HUT kemerdekaan yang jadi tema lomba ini. Begitupun orang tua dan guru-guru tampil kompak dengan busana nuansa merah putih.
Berita Terkait :
Peringati Hari Anak Nasional, Bunda Pustaka SDN Borong Hadirkan Pendongeng Mami Kiko
Partisipasi orang tua murid sangat terasa. Beberapa hari sebelum lomba, mereka datang mendekorasi ruang kelas, juga mengecat meja dan kursi-kursi. Sebagai sekolah Adiwiyata, mereka juga menata tempat sampah yang diatur menurut peruntukannya. Ada tempat sampah organik, anorganik, dan untuk limbah B3.
Ketua Komite SD Kompleks Borong, H Marzuki, menyarankan agar karya daur ulang yang punya nilai seni dan nilai jual, mulai dipasarkan. Dia juga mengapresiasi partisipasi orang tua dalam kegiatan menata ruang kelas ini, sehingga lebih nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar.













