“Inovasi itu tidak berjalan sendiri tapi butuh kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, termasuk pemerhati pendidikan, katanya.
Kadis Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo, mengapresiasi Bunda Pustaka SD Negeri Borong yang sudah mengambil peran dan program-program sekolah. Khadiran Bunda Pustaka ini penting karena ibu itu merupakan perpustakaan pertama seorang anak.
Dia menyampaikan tentang Mini Pustaka Mart yang memadukan layanan perpustakaan dan UMKM. Mini pustaka ini akan memberikan pelayanan di lorong-lorong. Juga bakal dikembangkan ga’de-ga’de pustaka di sekolah.
Terkait Bunda Pustaka, Tenri mengatakan, bisa menjadi model pelibatan orang tua dalam pengembangan perpustakaan dan literasi di sekolah.
Berita Terkait :
Gerbang Ilmu SDN Borong Makassar Model Perpustakaan Inklusi Sosial
“Literasi metaverse itu literasi masa depan,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdeyaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar itu.
Sementara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel diwakili Kepala UPT Perpustakaan menyampaikan beberapa layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain Perpustakaan Provinsi dan Perpustakaan Multimedia di Jl Sultan Alauddin, masyarakat juga dapat memanfaatkan Perpustakaan Abdurrasyid Dg Lurang di Gowa, Perpustakaan Ibu dan Anak di Jl Lanto Dg Passewang, dan layanan kearsipan di Jl Perintis Kemerdekaan.
Sementara Kepala UPT Perpustakaan, yang mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulsel, menyampaikan beberapa layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain Perpustakaan Provinsi dan Perpustakaan Multimedia di Jl Sultan Alauddin, masyarakat juga dapat memanfaatkan Perpustakaan Abdurrasyid Dg Lurang di Gowa, Perpustakaan Ibu dan Anak di Jl Lanto Dg Passewang, dan layanan kearsipan di Jl Perintis Kemerdekaan. (her)













