Rangkaian kebijakan itu, beber Azhary, antara lain, telah mempermalukan Smansa 82 di Liga Futsal Smansa, sewenang-wenang mengubah logo asli Smansa 82, dan membuat slogan “Smansa 82 Hanya Satu” yang bernada provokasi karena tidak mengakui kelompok yang justru memiliki massa alumni lebih besar dan sama-sama mengantongi ijazah kelulusan tahun 1982 di SMA Negeri 1 Makassar.
Berdasar berbagai permasalahan itu dan ketidakberesan pengurus IKA Smansa Pusat menangani perpecahan, ratusan alumni yang sebelumnya mengibarkan bendera Smansa Smart 82 sepakat menggunakan kembali nama wadahnya “Alumni Smansa 82” dan memakai logo lama, serta akan melaksanakan Mubeslub dalam waktu dekat.
Berita Terkait :
Andi Ina Kartika Sari Sedih Alumni SMANSA 82 Terpecah Dua
Menurut Azhary lagi, dengan menggunakan atribut kelompok “Alumni Smansa 82” tanpa embel-embel Smart, tidak ada alasan bagi pengurus IKA Smansa Pusat tak mengakui keberadaan kelompok ini.
“Tak ada satupun pihak yang bisa menggugat dengan keberadaan wadah Alumni Smansa 82 ini. Karena kami semua disini alumni Smansa 82,” tandas Azhary melalui rilis yang diterima media ini.
Usai rapat terbuka dan menetapkan SC Mubeslub Smansa 82 dipercayakan kepada Mila Yunus dan OC kepada Andi Jaya, acara silaturahim dilanjutkan ramah tamah dimeriahkan hiburan musik dan lagu bersama Smansa 82 Band. Ada juga pertandingan domino berhadiah uang tunai jutaan rupiah. (ere)













