BERITA TERKINIOLAHRAGA

Kalah Tragis, Pelajaran Buat Timnas ke Babak Keempat

×

Kalah Tragis, Pelajaran Buat Timnas ke Babak Keempat

Sebarkan artikel ini
Kalah Tragis, melawan Timnas Jepang pada laga terakhir menjadi Pelajaran Buat Timnas ke Babak Keempat kualifikasi Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Indonesia dan Jepang pada laga di Suita City Stadium, Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025) (Foto: Instagram JFA)

MAKASSARCHANNEL – Kalah tragis dibantai Jepang 6-0 tanpa balas, Timnas Indonesia memperoleh pembelajaran menghadapi laga penentuan di babak ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Rangkaian pertandingan babak keempat akan berlangsung 8-14 Oktober 2025 mendatang.

Laga penutup di babak ketiga yang berbuah pilu bagi Indonesia itu berlangsung di Suita City Stadium, Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025) petang-malam.

Hasil laga ini tidak memengaruhi status kedua tim di Grup C. Timnas Indonesia meskipun kalah tragis, tetap melangkah ke babak ke-4 setelah mengunci posisi ke-4 di Grup C dengan 12 poin.

Sementara Jepang di puncak klasemen otomatis lolos ke Piala Dunia 2026. Timnas berlogo burung gagak ini menambah lagi koleksi 3 poin dalam pertandingan ini menjadi total 23 poin.

Tidak Selevel

Dari kualitas dan pengalaman, Jepang memang tidak selevel Indonesia. Di rangking FIFA Jepang berada di posisi ke-15 sedangkan Timnas Indonesia masih susah payah di posisi 117.

Tapi kekalahan telak 6-0 tanpa balas di pertandingan kali ini, menunjukkan Timnas belum bisa meningkatkan performa. Bahkan kinerja Tinas menurun dari pertandingan sebelumnya.

Jika merujuk pada laga sebelumnya di Gelora Bung Karno, 15 November 2024 lalu, Timnas masih ditukangi Shin Tae-yong, Samurai Biru membekuk Garuda dengan skor 4-0.

Tetapi pada laga kandang itu, Jay Idzes cs masih mampu memberikan perlawanan di awal babak pertama. Timnas bahkan memperoleh satu pelaung melalui Ragnar Oratmangoen.

Nyaris Tanpa Perlawanan

Namun di pertandingan penutup ini, Timnas benar-benar tak berdaya oleh anak-anak asuhan Hajime Moriyasu.

Jalannya pertandingan terkesan pincang nyaris tanpa perlawanan berarti dari Timnas Indonesia.

Sesuai statistik AFC menunjukkan penguasaan bola 71 persen oleh tim Samurai Biru dan hanya 29 persen untuk Indonesia.

Tercatat 22 kali tembakan Jepang, 10 di antaranya mengarah ke gawang dan 6 membuahkan gol.

Sementara sampai selesai pertandingan, Timnas Indonesia tidak ada satu pun mendapatkan peluang tembakan.

Gol Bertubi-tubi

Di menit-menit awal babak pertama, Timnas mencoba bermain agresif, tetapi setelah Daichi Kamada membobol gawang Emil Audero di menit ke-15, Timnas Negeri Sakura ini mulai mengendalikan pertandingan.

Empat menit kemudian, Jepang menggandakan keunggulan melalui Takefusa Kubo. Lalu Daichi Kamada membuat golnya yang kedua menutup babak pertama dengan skor 3-0.

Di babak kedua, tuan rumah tak memberikan lagi kesempatan bagi Timnas. Tiga gol tambahan dibuat Ryoya Morishita (58), Shuto Machino (58) dan Mao Hosoya (80).

Gol bertubi-tubi tuan rumah, membuat Tim Garuda kehilangan semangat mengembangkan permainan.

Pelajaran ke Putaran ke-4

Kekalahan tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi Patrick Kluivert dan timnya untuk meningkatkan performa Timnas menghadapi laga penentuan di Puataran ke-4.

Laga ini menjadi indikator kemampuan tim untuk melakukan evaluasi teknis dan faktor non teknis.

Bagaimna mengembangkan teknik dan strategi untuk bersaing dengan lima tim tangguh di Asia Barat pada putaran ke-4. Lima tim itu masing-masing Timnas Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak dan Oman. ***

Tinggalkan Balasan