“Saya malah bingung kalau cuma dua, tidak bertambah. Pasti bertambah karena dua orang ini sudah bersentuhan dengan siapa-siapa,” ujarnya beranalogi.
Sekarang, lanjut dia, dengan kenaikan kasus, membuat pemerintah lebih bisa melakukan pemetaan dan melokalisir.
“Makanya, kita lagi memanfaatkan RT/RW untuk menjaga wilayahnya. Siapapun yang baru masuk harus ditahu. Darimana asalnya,” kata Nurdin.
Berita Terkait :
Gubernur Sulsel Umumkan Satu Pasien Suspect Corona Wafat
Terkait presentase klaster, Nurdin mengambarkan, 80 persen Virus Corona di Sulsel meruakan bawaan dari luar.
“Pertama dari umrah. Kedua masyarakat kita yang di luar kembali ke daerah ternyata postif. Hanya 19 persen yang penularannya lokal,” tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, ada yang sudah sembuh. Sudah sehat, tetapi baru ada hasilnya datang postif.
“Saya bilang tidak perlu dikasih tahu. Yang penting kita isolasi dia, sembuhkan dirimu. Makanya, kita rahasiakan namanya, supaya jangan dia syok, kalau istrinya dengar, anaknya dengar, jadi stres semua,” jelasnya. (din)













