MAKASSARCHANNEL, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar dirinya berpakaian seperti Paus. Tindakan Trump jadi heboh, menuai kontroversi dan berbagai kecaman.
Gambar itu pertama kali muncul di platform media sosial Truth milik Trump. Setelah itu, gambar ala Paus yang sesuai informasi, menggunakan kecerdasan buatan (AI) itu muncul di akun X (Twitter) resmi Gedung Putih.
Dari media sosial, tindakan Trump ini kemudian menjadi berita media secara luas pada Minggu (4/5/2025). Kecaman dan kontroversi datang dari berbagai pihak.
Di Amerika Serikat sendiri, Konferensi Katolik Negara Bagian New York menganggap Trump melakukan tindakan yang mengejek melalui hal-hal yang tidak lucu. Mereka meminta Presiden AS itu tidak mengejek sesuatu yang sakral.
Sementara mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, menanggapi gambar tersebut sebagai tindakan yang memalukan. Melalui akunnya di X, Renzi menyatakan Trump melakukan pelecehan terhadap orang beriman.
Surat kabar Italia La Repubblica, dalam pemberitaannya menuding Trump menderita “megalomania patologis”. Istilah bagi orang yang dalam jiwanya merasa memiliki kekuasaan, keagungan, dan kebesaran.
Respon Gedung Putih
Menanggapi masalah ini, Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt menyatakan Presiden Trump tidak berniat mengejek Paus. Gambar Donald Trump berpakaian Paus hanya sebagai candaan dalam momentum pemilihan Paus di Vatikan.
Leavitt mengatakan Presiden Trump juga ke Italia memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Paus Fransiskus pada upacara pemakamannya.
Meskipun menuai kontroversi, hingga Munggu (4/5/2025) malam, foto Trump dengan kostum ala Paus masih tetap terpasang di akun X resmi Gedung Putih. ***













