BERITA TERKINIRAGAM INFO

Hadapi Covid-19, Sulawesi Isolasi Terbatas

×

Hadapi Covid-19, Sulawesi Isolasi Terbatas

Sebarkan artikel ini

“Tangga 24 Maret saya bersurat ke gubernur di Sulawesi tentang perlunya pembatasan lintasan perbatasan dan alhamdulillah sudah disetujui semua. Awalnya saya usulkan pembatasan itu hingga jam 10 malam, tapi Gubernur Gorontalo minta dimulai dari jam 6 sampai 18 sore,” kata Longki.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui bahwa Sulsel salah satu daerah terjangkit corona yang tertinggi di luar Jawa. Tetapi, Nurdin menjamin ke depan, warga Sulsel akan lebih aman dari Covid-19.

“Memang ini terjadi bahwa 82 persen dari bawaan. Kita sudah punya dua lab, di RS Wahidin dan Unhas. Inilah yang membuat kita semakin aman karena kita bisa lebih cepat melakukan intervensi kepada yang terdeteksi positif. Kedua, kita bisa lebih cepat mengisolir yang PDP,” jelas Nurdin.

Nurdin menilai, memang terjadi lonjakan kasus Corona di Sulsel dalam sepekan terakhir. Salah satu penyebab naiknya PDP (pasien dalam pemantauan) di Sulsel karena stres oleh pemberitaan yang berlebihan.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, berharap agar kesepakatan Isolasi Terbatas Sulawesi itu benar-benar diterapkan. Apalagi Gorontalo masih aman. Belum tertedeksi ada kasus.

Baca Juga :
Polda Sulsel Sebut Rilis Nama Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Itu Hoax

“Alhamdulillah, Gorontalo masih hijau. Masih sangat aman, tapi kami akan waspada terus. Makanya saya sangat sepakat mempertegas perbatasan. Apalagi, semua gubernur bilang, yang membawa virus ini dari luar daerah semua,” kata Rusli.

“Kami sudah dengar ada jutaan warga Gorontalo di luar Gorontalo yang mau pulang kampung. Kami harap mereka tidak mudik dulu dan meminta kerja sama gubernur se-Sulawesi agar tidak ada mudik sebelum situasi terkendali,” jelas Rusli.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menjamin pangan dan logistik warga Sulbar aman hingga empat bulan ke depan.

Dia menyebut koordinasi terkait pergeseran orang-orang dan barang perlu ditingkatkan agar tidak meninbulkan keresahan baru.

“Alhamdulillah, pangan Sulbar aman hingga empat bulan ke depan. Melalui BKPRS ini diharapkan ada pemahaman untuk karantina wilayah,” kata Ali Baal. (din)

Tinggalkan Balasan