BERITA TERKINIRAGAM INFO

Guru Perlu Beri Contoh Kemampuan Literasi Lewat Buku

×

Guru Perlu Beri Contoh Kemampuan Literasi Lewat Buku

Sebarkan artikel ini

Acara ini, katanya, menunjukkan bahwa anak muda tak sekadar hanya nongkrong tapi juga menghasilkan sesuatu yang menginspirasi. Dia menilai penulis sebagai anak muda yang berani menulis buku. Karena banyak juga orang yang tidak berani menulis. Mungkin karena khawatir tidak dibaca atau tidak laku. Dia melanjutkan, ada hal yang bisa ditiru dari Ilyas Ibrahim, yakni dia rapi mengarsipkan karya-karya sastra dalam bentuk kliping.

Tetta Sally, mengaku cukup menikmati tulisan-tulisan dalam buku kumpulan cerpen Seorang Lelaki yang Berkisah. Padahal, biasanya dia agak malas membaca sejarah, tapi begitu dalam bentuk cerpen menjadi menarik. Banyak informasi dan ilmu pengetahuan yang dibagikan dalam buku kumpulan cerpen ini. Apalagi buku ini sebagian besar sudah pernah dimuat di media massa, sehingga tentu sudah mendapat pengakuan dan proses seleksi.

Berita Terkait :
Gairahkan Sastra Di Sulsel, KoPi Makassar Lakukan Ini

“Cuma saran, konflik dalam buku kumpulan cerpen ini masih kurang dramatis. Dan saya berharap, beberapa dari cerpen ini dikembangkan jadi novel,” katanya memberi semangat.

Syahrir Rani Patakaki, penulis sanjak Makassar, senang karena ada motivasi dan visi di balik penulisan buku kumpulan cerpen ini. Yakni, agar semangat literasi para pendidik tumbuh dan jadi teladan bagi murid-muridnya.

Sementara Agus K Saputra, yang sudah menerbitkan tiga kumpulan buku puisi, menyebut buku kumpulan cerpen ini layak diapresiasi karena mengisahkan banyak hal, yang punya nuansa sejarah.

Rusdin Tompo dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar menyampaikan bahwa komunitasnya terbuka bekerjasama. Tak hanya dengan teman-teman di KoPI tapi juga dengan penulis, sastrawan dan penggiat literasi lainnya. (ere)

Tinggalkan Balasan