Dia menantang anak-anak menggambar salah satu wajah pahlawan yang ada di poster tersebut. Anak-anak bisa juga melihat gambar pahlawan di buku koleksi Perpustakaan Gerbang Ilmu, yang jadi tempat aktivitas minat bakat atau mencari contoh gambar di Google.
Rupanya, anak-anak lebih memilih meniru gambar di poster. Karena hanya ada satu poster, maka gambar-gambar itu digunting terlebih dahulu lengkap dengan nama dan keterangan di bawahnya.
Ada yang memilih menggambar pahlawan hanya karena rambutnya mudah digambar atau karena wajahnya yang gampang diingat. Bung Karno dan Jenderal TNI Ahmad Yani, di antara tokoh yang digambar.
Berita Terkait :
Peringati Hari Anak Nasional, Bunda Pustaka SDN Borong Hadirkan Pendongeng Mami Kiko
“Kalau jenderal itu bintangnya berapa, Pak?” Begitu pertanyaan yang diajukan Andi Muhammad Huga, murid kelas 5 yang dijawab Rusdin Tompo dengan menjelaskan urutan kepangkatan dalam ketentaraan.
Katanya, “Jenderal penuh itu bintangnya empat.”
Nur Aisyah Taufiq menggambar Letjen TNI Anumerta Suprapto dilengkapi tulisan tulisan “pahlawan kami tetap berjuang”. Ada juga yang menambahkan bendera merah putih di gambarnya.
Kebebasan berkreasi dan berekspresi diberikan pada setiap pertemuan. Rusdin Tompo menerapkan pendekatan hak anak dengan metode yang relatif sederhana. Dia percaya pada proses dan pembiasaan yang akan membuat karya anak makin berkualitas.
Setelah kegiatan, beberapa anak meminta potongan gambar pahlawan itu untuk dibawa pulang.
Demikian rilis yang diterima media ini, Kamis (18/11/2021) siang. (her)













