Ia menyadari, Menpora Zainuddin Amali adalah kader Partai Golkar. Wajar jika Fraksi Golkar menunjukkan pembelaannya. Tapi hak interpelasi juga sebaiknya tidak digunakan sembarangan.
“Kita paham koq kalau Menpora dari Partai Golkar. Masak hanya tidak bisa mendapat kunci GBT, lalu menyalahkan Bu Wali Kota, terus interpelasi,” tegasnya.
Baca Juga :
Gubernur Kalteng Lempar Botol di Stadion
Syaifuddin Zuhri menambahkan, interpelasi dilakukan semata mata kalau Wali Kota membuat kesalahan yang mendasar. Tetapi kalau hanya masalah kunci GBT, itu hanya masalah miskoordinasi.
Gagalnya Menpora masuk ke GBT dan tidak ada perwakilan dari Pemkot Surabaya yang mendampingi, telah menyulut reaksi keras kalangan politisi dari Fraksi Partai Golkar. Bahkan, Agung Prasojo anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar mengancam akan mengajukan hal interpelasi kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
“Sikap Fraksi Golkar dalam hal ini, kita akan mengajukan interpelasi. Anda bayangkan, ini (menteri) sesuatu ada namanya Republik Indonesia. Mereka harus tahu itu. Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan bangsa Indonesia,” kata Agung. (ian)













