MAKASSARCHANNEL, PATTALLASANG TAKALAR – GEMA TASAMARA hadirkan pusat daur ulang dan bank sampah di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Takalar.
Langkah itu membuat masyarakat merasakan kehadiran GEMA TASAMARA (Gerakan Masyarakat Takalar Tangkasa Na Gammara).
Makna Tangkasa yang berarti bersih dan Gammara yang bermakna indah dan elok benar-benar terasa.
Bupati Takalar, Syamsari Kitta meresmikan bank sampah yang terletak di Desa Tamalate, Tamasaju, Sampulungan, dan Kelurahan Bontolebang, Takalar, Rabu (4/9/2025).
Selain meresmikan PDU TASAMARA, Bupati Samsari meresmikan juga Koperasi Bank Sampah TASAMARA.
Bupati Takalar, Syamsari Kitta, dalam sambutannya mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam pembangunan yang ramah lingkungan melalui program rintisan GEMA TASAMARA.
Program Percontohan
PDU ini, kata Syamsasri, merupakan program percontohan pemerintah pusat di tiga wilayah di Indonesia, yaitu Surabaya Jawa Timur, Labuang Bajo NTT, dan Takalar Sulawesi Selatan.
“Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah menangani sampah,” kata Syamsari.
Dia berharap, PDU di Tamalate ini, bukan hanya mengatasi sampah, tetapi juga menjadi pemicu hadirnya inspirasi-inspirasi baru bagi masyarakat untuk menciptakan inovasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Pemerintah Takalar, lanjut Bupati, tidak akan berhenti sampai disini.
“Kita akan terus menghadirkan peluang-peluang baru untuk masyarakat. Seperti Kabupaten Badung di Provinsi Bali,” kata Bupati.
Kelihatannya biasa-biasa saja. Tetapi pertanyaannya, apa yang menyebabkan sehingga PAD daerah itu mencapai Rp4 triliun per tahun.
Itu jauh lebih besar daripada APBD Kabupaten Takalar yang hanya berkisar Rp1 triliun.
Itu karena masyarakat Badung gemar pungut sampah sehingga daerahnya sangat bersih. Itulah yang kemudian mendatangkan banyak wisatawan.
Kabupaten Wisata
“Kita juga berharap, menjadikan Takalar sebagai kabupaten wisata. Caranya adalah kita harus bersih dari sampah dulu,” katanya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Takalar, Muksin, S.Sos melaporakan, bahwa PDU TASAMARA yang baru beroperasi April 2019, sudah mempekerjakan 13 orang di bawah pengelolaan Koperasi Bank Sampah TASAMARA.
“Pemerintah Pusat melalui Kementerian KLHK dan pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Takalar akan terus mengupayakan peningkatan pelayanan persampahan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Hadir dalam acara tersebut Camat Galesong Utara, para kepala desa dan lurah se Kecamatan Galesong Utara, dan tokoh masyarakat. Hadir pula peserta Learning Express dari Singapura Polyteknik dan Polyteknik Ujung Pandang.
Pastikan Hasil Pilahan Terjual
Ketua Bank Sampah TASAMARA, Iqramullah yang dikonfirmasi terkait motivasi mendirikan Koperasi bank sampah mengatakan, Koperasi Bank Sampah TASAMARA berdiri Januari 2019.
Itu untuk memastikan hasil pilahan dari bank sampah di Takalar bisa terjual dengan harga yang pantas sehingga masyarakat tetap semangat memilah sampah,” katanya.
Selain itu diharapkan pula, menjadi mitra pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan melalui pengurangan sampah langsung dari sumbernya. (kin)













