Usai RDP, Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Luwu Utara, Mappasoba, SPi kepada media ini mengatakan, sudah diagendakan distribusi pupuk bersubsidi TA 2022 untuk perbaikan pendataan RDKK di tingkat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan. Termasuk pengawasan distribusi pupuk dan pestisida serta HET di tingkat pengecer.
“Akan diajukan pula penambahan kuota pupuk bersubsidi TA 2022 ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan,” tandasnya.
Berita Terkait :
Reses Di Kecamatan Rampi, Anggota DPRD Lutra Temukan Ini
Mengenai keluhan petani terkait kelangkaan pupuk petani saat dibutuhkan, Mappasoba mengatakan, sudah disiapkan berbagai langkah dan cara mengamankan kebutuhan pupuk para petani.
Salah satunya adalah merealokasi penggunaan pupuk bersubsidi tersebut secara efektif dan diarahkan pada penerapan pemupukan berimbang dengan pupuk organik sesuai rekomendasi spesifik lokasi antara lain, teknis penggunaan pupuk yang dianjurkan.
Mengingat pentingnya peran pupuk, lanjut Mappasoba, pemerintah selalu memberikan porsi anggaran yang signifikan untuk pemenuhan pupuk bagi petani melalui pupuk bersubsidi. (yus)













