BERITA TERKINIEDUKASIPEMPROV SULAWESI SELATAN

Disdik Sulsel Petakan Ulang Penempatan Guru SMA

×

Disdik Sulsel Petakan Ulang Penempatan Guru SMA

Sebarkan artikel ini
Disdik Sulsel petakan ulang penempatan guru SMA dan sederajat di Sulawesi Selatan, terutama yang berstatus PPPK
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARDisdik Sulsel petakan ulang penempatan guru SMA dan sederajat di Sulawesi Selatan, terutama yang berstatus PPPK.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menjelaskan timnya mencatat kebutuhan guru di daerah, terutama bagi guru berstatus PPPK.

Iqbal menilai, banyak PPPK ditempatkan jauh lintas kabupaten/ kota, padahal daerah asal juga membutuhkan guru dengan kualifikasi serupa.

“Kami sekarang membuat pemetaan distribusi ulang guru untuk memetakan kebutuhan sekolah, termasuk PPPK yang mau didistribusikan ulang karena banyak penempatannya jauh,” kata Iqbal, Minggu (29/3/2026).

Wilayah 3T

“Ada yang orang Toraja mengajar di Jeneponto. Itu mau didistribusikan ulang, kami masukkan ke BKD,” sambung Iqbal.

Pemerataan guru juga menyasar sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

Dalam pemetaan, sekolah 3T mencakup Seko, Kabupaten Luwu Utara, pulau di Kabupaten Pangkep dan Selayar, serta dataran tinggi di Kabupaten Bone dan Pangkep.

“Kita usahakan sebelum tahun ajaran baru, karena sebelum itu mereka harus susun rencana pembelajaran,” jelas Iqbal.

Merata Sesuai Kebutuhan

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Erwin Sodding, berharap Disdik Sulsel mampu mendistribusikan guru secara merata sesuai kebutuhan.

“Faktanya di lapangan ada sekolah yang over guru mapel tertentu, sementara di sisi lain ada sekolah yang kekurangan guru mapel tertentu,” kata Erwin.

Ia menekankan pemetaan mesti matang agar guru tidak mengajar terlalu jauh dari domisili. Distribusi dilakukan di kabupaten/kota tetangga.

“Minimal misalnya dari Bantaeng bisa ke Bulukumba atau Jeneponto, jadi kalaupun keluar domisili tidak terlalu jauh, tetap efektif pembelajarannya,” ujar Erwin.

Terpenting, setiap guru mengajar sesuai kualifikasi dan kebutuhan sekolah masing-masing. ***

Tinggalkan Balasan