Setelah selesai keliling memantau pemasangan lampu jalan tersebut, Saleh Tata berniat pulang menuju jalan besar. Namun karena hujan lebat, dia singgah berteduh di rumahnya Daeng Kannang, kakak dari perempuan yang diisukan selingkuh dengan yang bersangkutan.
Saat menikmati kopi bersama suami Daeng Kannang yang biasa disapa Mas, Saleh ditelepon oleh perempuan bernama Leha Kebo yang menanyakan keberadaannya dan dijawab bahwa di rumahnya Kannang, sekaligus dia meminta menyebrang ke rumahnya kebetulan ada Songkolo dengan ayam karena tadi siang ada acara ulang tahun keponkannya Leha Kebo.
Berita Terkait :
Pilkades Serentak 2020 Takalar Ditunda Untuk Ketiga Kalinya
“Setelah saya menyeberang sempat diantar Kannang, walau tidak masuk. Belum berapa saat, terdengar ada keributan di depan pintu pagar, sehingga Leha Kebo keluar membuka pintu pagar, ternyata anak lelaki saya berteriak-teriak. Akibatnya, tetangga pada datang,” ungkap Tata.
Untuk menghindari permasalahan lebih ribet, Saleh Tata mengaku, langsung pulang ke rumahnya. Namun, untuk keselamatannya, dia diamankan di Polres Takalar. Malam itu juga sebenarnya diizinkan pulang, namun Saleh memilih menunggu keesokan harinya, Minggu (12/4/2020) baru pulang. Alasannya, tidak bagus kalau dia pulang, sementara si perempuan yang diisukan selingkuh dengannya masih tinggal. Sekaligus menunggu, jika ada yang datang melaporkan masalah itu.
Terkait isu yang menimpanya, Saleh Tata mengungkapkan persaannya, “Kalau media sosial tidak ada aturannya, akan tetapi media arus utama kenapa banyak link berita memuat permasalahan tidak yang mengkonfirmasi ke saya agar keseimbangan pemberitaan. Apa memang begitu? Saya ditulis tanpa ada yang berupaya memberi kesempatan ke saya untuk menjelaskan duduk permaslahan,” tutup Tata. (kin)













