MAKASSARCHANNEL, BONTOSUNGGU JENEPONTO – Penjabat Bupati Jeneponto tantang Adpertisi (Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), Rabu (7/2/2024).
Tantang Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Pusat Adpertisi, di ruang kerja Bupati Jeneponto.
Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri tantang Adpertisi membuat peta potensi daerah Butta Turatea yang dapat dikerjasamakan.
Dalam kunjungan silaturahmi itu, Koordinator Ketua Presidium Adpertisi Buyung Romadhoni didampingi Sekjen Ibrahim dan Direktur Eksekutif Bidang Kerjasama Yusriadi Hala.
Hadir pula Ketua Dewan Pakar Adperiti Prof Dr Ahmad dan anggota dewan pakar Abd Halil serta Dewan Pengawas Amir Lisu.
Potensi Jeneponto
Koordinator Ketua Presidium Adpertisi Buyung Romadhoni mengatakan, dalam pertemuan tersebut Pj Bupati Jeneponto memaparkan potensi daerah yang cukup banyak.
Buyung mengatakan, Pj Bupati Jeneponto minta Adpertisi menindaklanjuti tantangannya dan segera membawa proposal dalam bentuk riset, kajian pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Adpertisi adalah organisasi profesi dosen yang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Sebelum silaturahmi ke Pj Bupati Jeneponto, Adpertisi telah berkunjung ke beberapa bupati di Sulsel seperti; Pangkep, Gowa, Takalar, dan Maros.
Pengabdian Kepada Masyarakat
Di daerah itu, Adpertisi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan beragam tema sesuai latar belakang keilmuan dosen anggota Adpertisi.
Direktur Eksekutif Bidang Kerjasama Yusriadi Hala menambahkan, selama silaturrahmi Pj Bupati Jeneponto membukakan data potensi daerah yang dipimpinnya.
Jeneponto masih butuh peningkatan masa belajar sembilan tahun, termasuk mengaktifkan program belajar Paket C agar kualitas SDM lebih baik.
Sumber daya alam Jeneponto tergolong potensial tetapi masih terbatas sumber daya yang akan mengelolanya.
Sekjen Adpertisi Ibrahim menambahkan,terkait tantangan Pj Bupati Jeneponto, pengurus akan membahas peluang yang bisa dikerjasamakan dalam bentuk riset, penelitian, pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat.
Tenaga Angin
Setelah PLTU Punagayya berkapasitas 2×100 Megawatt. Jeneponto juga memanfaatkan angin dengan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo yang berkapasitas 72 megawatt.
Potensi lain yang dimiliki Jeneponto adalah sektor pariwisata alam. Ini bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah yang akan menarik gerbong potensi-potensi lain di daerahnya.
Sektor pariwisata akan terus berkembang dan tak mengenal krisis. Sehingga perlu mendapatkan prioritas penanganan.
“Saya yakin pariwisata itu tidak mengenal krisis. Karena pada saat masyarakat semakin kaya, maka pariwisata akan makin menjadi kebutuhan,” ujarnya. (mun)













