BERITA TERKINIRAGAM INFO

Buku Maharku: Pedang Dan Kain Kafan Jadi Medium Dakwah

×

Buku Maharku: Pedang Dan Kain Kafan Jadi Medium Dakwah

Sebarkan artikel ini

Dia menyebut mahar itu kontekstual. Permintaan Esti yang ingin mahar berupa pedang dan kain kafan, merupakan sesuatu yang out of the box, yang tidak terjebak pada materialisme.

Sementara Indramini, yang menyorotnya dari sisi bahasa. Dia melihat mahar yang tidak biasa itu membuktikan ketangguhan Maman sebagai seorang lelaki. Lebih menarik lagi dalam buku itu ada proposal pra pernikahan. Selain itu, buku ini juga dianggap mudah dipahami oleh siapa saja karena bahasanya sederhana.

Berita Terkait :
Pelangi Cinta Di Lorong Daeng Jakking Parang Tambung

“Pesan-pesan spiritual dan moralnya mudah dipahami oleh pembaca,” papar Indramini yang tengah menyusun disertasi tentang pernikahan adat Makassar dari segi bahasa ini.

Sebelum bedah buku dimulai, Rahman Rumaday sempat memperlihatkan pedang yang dijadikan mahar pada peserta diskusi, yang terdiri dari mahasiswa, aktivis, akademisi, penulis, sastrawan dan kalangan media.

Pedang sepanjang 99 sentimeter, katanya, sempat ditahan oleh polisi di bandara saat akan dibawa ke Bogor, lokasi pernikahan Maman dan Esti. Namun setelah berdialog bisa lolos.

Editor Rusdin Tompo juga memberi informasi bahwa aspek perspektif gender dalam buku itu dijaga ketat. Pegeditannya juga mempertimbangkan konteks sosial kisah ini dan suasana kebatinan penulisnya.

Di awal acara, dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Dr Fadli Andi Nasif tampil membacakan puisi berjudul Panggil Aku Daeng karya Rusdin Tompo. (ere)

Tinggalkan Balasan