MAKASSARCHANNEL – Kini penanganan bedah jantung terbuka bisa dilakukan rumah sakit hampir di semua provinsi di Indonesia.
Sesuai informasi Kementerian Kesehatan, rumah sakit di 27 provinsi sudah bisa melakukan bedah jantung terbuka.
Mengutip siaran pers Kementerian Kesehatan, pemerintah menargetkan rumah sakit di 34 provinsi sudah bisa menangani operasi jantung terbuka.
Dengan semakin meratanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan tindakan penyelamatan jiwa.
“Mudah-mudahan akhir tahun depan, semua 34 provinsi mampu melakukan pembedahan jantung terbuka,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Makassar, Selasa (2/9/2025).
Tiga Prosedur Utama
Menteri Kesehatan menjelaskan, tenaga kesehatan harus menguasai ada tiga prosedur utama di rumah sakit rujukan daerah.
Ketiganya adalah penggantian atau perbaikan katup, operasi bypass (CABG), dan pembedahan pediatrik (bayi dan anak-anak).
Kementerian Kesehatan mendorong peningkatan kompetensi rumah sakit. Ini penting agar mampu menangani prosedur yang lebih kompleks.
“Harapannya ke depan bukan hanya bypass atau penggantian katup, tetapi juga Tetralogy of Fallot, hingga prosedur kompleks seperti Norwood (prosedur bayi kelainan jantung) atau Fontan (kelainan jantung bawaan,” kata Menkes.
King Salman Hummanitarian
Menkes berada di Makassar menghadiri kegiatan Alih Iptek Bedah Jantung RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Kegiatan ini ini terselenggara bersama King Salman Humanitarian Aid Relief Center.
Sementara Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Prof. dr. Syafri Kamsul Arif mengatakan operasi bersama tim dari King Salman Humanitarian Aid menjadi sarana transfer keterampilan.
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan banyak pasien. Tetapi juga menjadi momentum penting dalam pengembangan teknologi dan keterampilan tenaga medis. ***













