BERITA TERKINIDPRD Kota MakassarPOLKUMHAM

Banjir, Iuran Sampah, Hingga Pelatihan Jadi Sorotan Reses Ketua DPRD Makassar

×

Banjir, Iuran Sampah, Hingga Pelatihan Jadi Sorotan Reses Ketua DPRD Makassar

Sebarkan artikel ini
Banjir, iuran sampah gratis, hingga pelatihan keterampilan bidang ekonomi menjadi sorotan pada reses Ketua DPRD
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menyapa warga dalam Reses di Kecamatan Manggala dan Panakkukang, Selasa (11/3/2025). (Foto: Humas DPRD Makassar)

MAKASSARCANNEL, MAKASSARBanjir, iuran sampah gratis, hingga pelatihan keterampilan bidang ekonomi menjadi sorotan pada reses Ketua DPRD Kota Makassar.

Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, turun menyapa warga dalam agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua, Selasa (11/3/2025) kemarin.

Reses ini digelar di dua lokasi, yakni Jalan Bitowa Lama, RT 2/RW 4, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, serta di Jalan Urip Sumaharjo, Lorong 4, RT 3/RW 2, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang.

Dalam pertemuan tersebut, Supratman menyerap berbagai aspirasi langsung dari masyarakat yang mencakup persoalan layanan publik, infrastruktur, hingga ekonomi kerakyatan.

Iuran Sampah Gratis

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga adalah terkait program iuran sampah gratis yang menjadi janji pemerintahan baru. Masyarakat berharap kebijakan tersebut segera diterapkan secara sistematis.

Menanggapi hal itu, Supratman menyatakan dukungan penuh DPRD terhadap kebijakan pro-rakyat. Namun menekankan pentingnya kejelasan teknis agar tidak membebani warga.

“DPRD siap mendukung selama kebijakan itu berpihak pada rakyat kecil dan tidak menimbulkan kebingungan,” ujar Supratman.

Banjir

Permasalahan banjir juga menjadi sorotan, terutama di wilayah Kecamatan Manggala yang kerap terdampak saat musim hujan.

Warga mendorong adanya solusi jangka panjang, seperti normalisasi drainase dan pembangunan sistem pengendalian air terpadu.

Supratman menyebut persoalan ini telah masuk pembahasan lintas komisi DPRD dan diharapkan menjadi prioritas pembangunan tahun 2025.

“Pemetaan kawasan rawan banjir perlu diikuti dengan rencana teknis yang matang,” jelasnya.

Pelatihan keterampilan

Di bidang ekonomi, warga meminta adanya pelatihan keterampilan, bantuan modal untuk UMKM, dan akses pasar bagi produk lokal.

Supratman menilai penguatan ekonomi rumah tangga merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkeadilan.

“Pemberdayaan ekonomi harus jalan beriringan dengan infrastruktur. Kami akan dorong sinergi lintas OPD agar program ini tepat sasaran,” papar Supratman.

Kegiatan reses ini turut dihadiri tokoh masyarakat, RT/RW, pemuda, serta warga sekitar yang antusias menyampaikan aspirasi.

“Reses adalah ruang mendengar rakyat. Semua yang disampaikan akan kami bawa ke pembahasan di legislatif,” pungkas Supratman. ***

Tinggalkan Balasan