BERITA TERKINIOLAHRAGA

Atlet Sea Games Asal Sinjai Ingin Jual Medali Emas, Ini Alasannya

×

Atlet Sea Games Asal Sinjai Ingin Jual Medali Emas, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Tidak semua atlet peraih medali emas di ajang bergengsi beruntung secara ekonomi. Salah satunya adalah, Sarfidah. Perempuan kelahiran Kabupaten Sinjai ini, mengaku memiliki sejumlah medali yang diraihnya sebagai atlet olahraga dayung dalam beragam even.

Medali yang pernah diraih Sarfidah pada cabang dayung di berbagai ajang antara lain; Pra PON di Sumatera Selatan (1 emas, 1 perak), PON di Surabaya (2 emas, 1 perak), Sea Games 1997 di Jakarta (2 emas, 1 perak), Kejuaraan di Singapura (1 emas, 1 perak), dan kejuaraan di Hongkong tahun 1997 (2 emas, 1 perak).

Sarfidah yang saat ini bersama suaminya, bermukim di Desa Pulau Harapan (Pulau Kambuno), Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai.

Dia mengaku, deretan medali emas dan perak yang diraihnya sebagai atlet hanya cukup untuk pajangan saja. Tak bisa digunkana untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Sebagai ibu rumah tangga, Sarfidah harus membantu suaminya mencari nafkah menyambung hidup. Mereka membudidayakan rumput laut. Kadang-kadang melaut sebagai nelayan di Pulau Kambuno, Kecamatan Pulau Sembilan Sinjai.

Berita Terkait :
HMI Demo Bupati Sinjai Persoalkan Bansos

Sempat terbetik kabar, Sarfidah berniat menjual medali yang diraihnya dalam berbagai lomba untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tapi belum ada yang berminat.

“Kalo ada yang mau membeli, saya akan jual saja,” kata Sarfidah, kepada media ini, Selasa (14/7/2020).

Sarfidah mengaku, kadang merasa iri jika nonton televisi dan melihat sesama atlet yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Sangat berbeda dengan perlakuan yang dia rasakan, meski sama-sama membela nama negara.

“Harusnya, atlet seperti kami yang perah mengharumkan nama negara di sejumlah ajang mendapat juga mendapat perhatian dari pemerintah. Karena pernah juga melakukan yang terbaik untuk negara di bidang olahraga,” kata Sarfidah.

Perempuan kelahiran tahun 1969 ini dengan empat anak ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sinjai, harusnya memperhatian atlet yang pernah mengharumkan nama daerah bahkan negara di berbagai lomba nasional dan internasional. (fir)

Tinggalkan Balasan