MAKASSARCHANNEL, SUNGGUMINASA GOWA – Angka stunting Gowa turun. Prevalensi stunting Gowa menjadi 17 persen tahun 2024.
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan tahun 2022 stunting Gowa berada di angka 33 persen.
Kemudian, angka stunting mengalami penurunan signifikan menjadi 21,1 di tahun 2023. Tahun 2024 turun lagi menjadi 17 persen.
“Alhamdulillah tahun 2024 kembali turun menjadi 17 persen. Data ini sesuai rilis Kementerian Kesehatan yakni 17, 1 persen Survei Status Gizi Indonesia (SSGI),” kata Sofyan Daud, Jumat (30/5/2025).
Komitmen Bersama
Dia mengaku penilaian tersebut berlangsung sekali setahun.
“Jadi untuk triwulan 1, kita belum bisa menilai,” ucap Sofyan.
Dia menjelaskan, percepatan penurunan stunting ini merupakan komitmen bersama Pemkab Gowa dan stekholder.
Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Gowa ini melibatkan seluruh pihak. Apalagi hal ini jadi komitmen Bupati dan wakil bupati Gowa.
Hasil Kolaborasi
Dia melanjutkan, pendekatan yang dilakukan adalah konvergensi yaitu terintegrasi dan terkoordinasi kepada sasaran dari hulu ke hilir.
Berawal dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan balita. Khususnya yang masuk dalam keluarga berisiko stunting.
“Penurunan tersebut hasil kolaborasi seluruh stakeholder terkait yang bekerja sesuai tugas masing-masing sehingga terlaksana dengan baik di lapangan,” kata Sofyan.
Dapur Sehat Atasi Stunting
Dia menjelaskan, dalam upaya percepatan penurunan stunting, Dinas PPKB mendorong mereka yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
Dinas PPKB Gowa juga membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dengan menjadikan Gerakan Atasi Stunting dengan makan Telur dan Kelor (Gassing Nganre).
“Jadi ada Inovasi Dashat Gassing Nganre. Inilah yang kita gerakkan secara masif di Gowa dan semua unsur di Desa dan Kelurahan terlibat,” kata Sofyan.
Tentang Prevalensi
Prevalensi stunting adalah jumlah keseluruhan permasalahan stunting yang terjadi pada waktu tertentu di suatu daerah.
Jika mengacu pengertian prevalensi pada buku Essential Epidemiology: An introduction for Students and Health Professionals oleh Webb P.
Angka Prevalensi Stunting mengacu terhadap beberapa faktor dalam angka Point Prevalence, yakni:
-Tingkat keparahan penyakit
-Durasi lamanya sakit
-Jumlah kasus baru
-Perpindahan orang sehat (migrasi)
-Pelayanan kesehatan ***













