Pustakawan Tulus Wulan Juni mengapresiasi terbitnya buku Perpustakaan Lorong yang diadopsi dari penelitian. Selain sebagai jejak rekam sejarah awal berdirinya Perpustakaan Lorong juga menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang pentingnya keberadaan perpustakaan untuk pemberdayaan masyarakat.
Tulus mengusulkan agar Perpustakaan Lorong yang berbasis masyarakat di RT dan RW ini dibawah tanggung jawab kelurahan agar tetap berkelanjutan dan harus melaporkan keberadaannya kepada Perpustakaan Nasional melalui pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) serta melaporkan ke Pembina Perpustakaan di daerah.
Berita Terkait :
Guru SDN KoSamJa Buat Buku Pengalaman Selama Pandemi Covid-19
Rusdin Tompo selaku editor mengaku senang dengan hadirnya anggota DPRD pada peluncuran buku ini terlebih. Harapannya, kehadiran Perpustakaan Lorong mendapat dukungan dari dari pemerintah maupun legislatif sebagai upaya pengembangan dan penguatan gerakan literasi di masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Reny dari unsur media bahwa kegiatan literasi adalah kerja bersama dan telah digaungkan oleh Perpustakaan Nasional RI.
Penulis buku, Rahman Rumaday, yang juga founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) mengaku, sangat senang atas launching buku pertamanya yang mendapatkan respon dari berbagai pihak.
Ia menjadi bersemangat untuk menulis dan menggiatkan literasi di masyarakat karena bagi dirinya Literasi adalah tanggung jawabnya untuk ikut mengawal dan melaksanakan amanah Undang-Undang Dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. (her)













