AH Rimba dari Rumah Seni Kasumba. (Foto : Ist)
MAKASSARCHANNEL.COM – Ada banyak cara kreatif melakukan kampanye publik untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Bisa melalui pembacaan puisi dan live painting, atau menggelar obrolan ringan seputar isu-isu HAM yang aktual.
Itulah yang akan dilakukan oleh sejumlah perupa, penyair, akademisi, dan pegiat HAM di Makassar, Selasa (10/12/ 2019), di Etika Studio, Jalan Tamalate I Kavling 8. Tepat di Hari HAM Sedunia ini, mereka akan menggelar acara yang diberi tajuk Ngopi itu Hak Asasi.
“Kita akan ngobrol santai seputar persoalan HAM sambil mendengarkan teman-teman membacakan puisi dan melihat pelukis menggoreskan kuasnya di kanvas,” kata Rusdin Tompo, salah seorang inisiator acara.
Rusdin, yang lebih dikenal sebagai penulis dan fasilitator Sekolah Ramah Anak (SRA) itu menambahkan, acara Ngopi itu Hak Asasi akan diisi dengan sharing session, testimoni, pembacaan puisi, musik dan lagu, bazaar buku dan kaos, serta live painting.
Baca Juga :
Kejari Luwu SP3 Dugaan Korupsi Pagar Bandara Seko
Keunikan acara ini, lanjut Rusdin, karena akan ada tiga pelukis yang melukis langsung di area kegiatan. Ketiga seniman tersebut, yakni AH. Rimba (Rumah Seni Kasumba), Jenri Pasassan (perupa) dan Faisal Syarif (pelukis).
“Ini sebagai bentuk partisipasi kami, para seniman, dalam memperingati Hari HAM Sedunia,” jelas Rimba antusias, yang juga merupakan salah seorang penggagas acara.
Dikatakan, ide kegiatan ini sederhana, bagaimana berbagai pihak berkolaborasi bikin aksi, berkreasi sambil diskusi dengan tema hak asasi. Bagi yang ingin ngopi, boleh pesan sendiri, sedangkan yang tidak suka minum kopi, silakan pesan minuman lain, sesuai selera. Bahkan kalau hanya ingin datang menyaksikan pembacaan puisi dan live painting juga boleh.













