Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
(Asyik!)
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik, oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah, karena aku
Yang penting asik, sekali lagi
(Asyik!)
Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobying, dan upeti
Wow, jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro
Itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku
Bento! Bento! Bento!
(Asyik!)
Hari Minggu, 8 September 2019, setelah seharian mencari, mengumpulkan, dan menghimpun informasi, saya bergegas menuju salah satu warkop di Jl Sultan Hasanuddin Takalar, untuk membuat dan mewartakan hasil penelusuran.
Tiba di warkop, saat matahari berayun. Di situ ada tiga anak muda asyik bermain gitar menyanyikan lagu Bento ciptaan Virgiawan Listanto yang beken disapa Iwan Fals.
Baca Juga :
Mendikbud Bilang, Calistung Saja Tak Cukup Atasi Tantangan Masa Depan
Saya memilih posisi agak jauh dari meja ketiga remaja tersebut, sambil menunggu kopi hitam pesananku, tiba-tiba ponselku bergetar, setelah kulirik, ternyata ada pesan WhatsApp masuk dari Othe.
Pria berbadan cukup subur ini, sebelum berkomentar, dia manautkan link berita yang pernah diwartakan media ini dengan judul “46 Hari Produk Dinas Dukcapil Takalar Cacat Hukum, Pelayanan Lumpuh, Ini Kata Ombudsmen.”














