BERITA TERKINIKOLOM

Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba

×

Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba

Sebarkan artikel ini
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan mendesain Pelabuhan Pendaratan Ikan Bontobahari Bulukumba sebagai PPI terbesar dan terlengkap
Kapal motor parkir di kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan di Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. (Foto : Rusdy Embas/MAKASSARCHANNELCOM)

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mendesain Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai pelabuhan pendaratan ikan terbesar dan terlengkap.

Selain desain panjang jalan dermaga yang mencapai 337 meter, PPI Bontobahari juga akan dilindungi pemecah ombak sepanjang lebih dari 600 meter.

“Dengan selesainya proyek ini, kapal penangkap ikan akan bebas berlabuh di PPI tanpa tergantung dengan cuaca,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, saat itu.

Tak mengherankan jika Kementerian menggelontorkan dana sebesar Rp 60 miliar dari APBN untuk mendorong percepatan pembangunan daerah di bidang kelautan dan perikanan di Sulsel.

Biaya tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) KKP untuk membantu mendanai kegiatan pembangunan bidang kelautan dan perikanan guna menunjang pelayanan dasar yang merupakan urusan provinsi atau kabupaten/ kota sesuai dengan prioritas nasional.

Saat itu, Sharif menjelaskan, dari nilai bantuan tersebut, sebesar Rp 54 miliar di antaranya digunakan untuk proyek pengembangan PPI Bontobahari. Dananya akan digunakan membangun fasilitas dermaga, pemecah ombak, reklamasi pantai, serta pembangunan beberapa fasilitas darat.

Bantuan itu juga untuk program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP), bantuan Kapal Inka Mina berukuran kurang dari 30 GT, pemberian Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan, bantuan kartu nelayan, program pemberdayaan dan kewirausahaan masyarakat, serta Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN).

Baca Juga :
Ini Harapan Sekjen Forum Dekan Teknik Indonesia Untuk Ibu Kota Baru RI

Saat itu, Menteri menyebut bahwa bantuan KKP tersebut dimanfaatkan juga untuk penyelenggaraan pengembangan sumberdaya manusia kelautan perikanan, serta pengadaan mesin pembuat es air laut, sarana pemasaran bergerak roda tiga, dan sarana sistem rantai dingin.

Bupati Bulukumba saat itu, Zainuddin Hasan, menjelaskan, Kabupaten Bulukumba sangat kaya akan ikan dan rumput lautnya. Produksi ikan bisa mencapai 33.000 ton per tahun atau setara dengan Rp 800 miliar.

Melihat potensi itu, Zainuddin pun mengapungkan harapan, “Dengan selesainya pelabuhan baru itu nanti diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat.”

Dalam perjalanannya, pembangunan PPI ini sempat memakan korban yang berujung di meja hijau. Bahkan, Pengadilan Tipikor Makassar telah menetapkan vonis terhadap lima terdakwa kasus korupsi proyek Lapis Aspal Beton (Laston), di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari.

https://www.youtube.com/watch?v=cLpi9a_Qy10

Tinggalkan Balasan