BERITA TERKINIEDUKASI

Cara RHD Edukasi Murid SD

×

Cara RHD Edukasi Murid SD

Sebarkan artikel ini
Andi Pratiwi, murid kelas 4 SD Negeri Borong, Makassar, semringah ketika menerima hadiah seekor ayam. Itulah cara RHD Edukasi Murid SD.
Founder Rumah Hijau Dennassa (RHD), Darmawan Daeng Nassa, bersama murid SD Negeri Borong yang ikut field trip ke lokasi tersebut. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL, BONTONOMPO GOWA – Andi Pratiwi, murid kelas 4 SD Negeri Borong, Makassar, semringah ketika menerima hadiah seekor ayam. Itulah cara RHD Edukasi Murid SD.

Kepada anak-lainnya, Darmawan Daeng Nassa, founder Rumah Hijau Dennassa (RHD) memberi hadiah sayur-mayur, seperti kangkung dan sawi, serta buah-buahan.

Tiwi, begitu dia disapa, diberi hadiah unik tersebut setelah memenangkan lomba menggambar yang diadakan RHD, dalam kegiatan outing class, Minggu, 13 Oktober 2019.

RHD yang merupakan kawasan konservasi dan edukasi, terletak di Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, ini menjadi sasaran field trip murid SD Negeri Borong, Makassar.

Darmawan memberi alasan mengapa hadiah seperti itu diberikan karena proses belajar di RHD bertujuan mengedukasi pengunjung tentang pentingnya mengenal keanekaragaman hayati kita, termasuk keanekaragaman sumber pangan.

Makanan Sehat

“Untuk anak-anak SD Negeri Borong yang ikut field trip, semoga bisa jadi duta di sekolah. Mereka dibangun kesadarannya untuk ikut mengurangi penggunaan plastik, perbiasakan makan makanan sehat, buang sampah di tempatnya, dan memuliakan pangan,” begitu harap aktivis lingkungan tersebut.

Kegiatan yang diikuti murid-murid kelas 4, orangtuanya, dan guru-guru itu memang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian mereka pada kelestarian lingkungan hidup, khususnya keberlanjutan kekayaan hayati kita.

Kegiatan yang diadakan pagi hingga siang tersebut dikoordinir oleh Andi Etty Cahyani, S.Pd dan Sahrina, S.Pd, keduanya merupakan wali kelas 4.

Selama berada di RHD, ada beragam kegiatan yang dilakukan para siswa. Mereka menanam padi, menangkap ikan, juga berburu belalang. Ada juga makan buah bersama, fun games, kegiatan literasi, dan lomba menggambar.

Tanam Padi

“Saya saja sangat bersemangat, apalagi anak-anak, terutama saat menanam padi dan menangkap ikan,” begitu kesan yang diceritakan Evawati Bahtiar, S.Pd, salah seorang guru yang ikut kegiatan ini.

Baca Juga  49 Personel Polres Lutra Naik Pangkat

Kepala SD Negeri Borong, Dra Hj. Hendriati Sabir, M.Pd, senang melihat kebersamaan dan dukungan yang diberikan guru dan orang tua pada kegiatan sekolahnya.

Untuk itu, dia menyampaikan terima kasih kepada guru-guru yang menemani murid-muridnya berakhir pekan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Juga kepada orang tua yang telah berpartisipasi dan mempercayakan anak-anaknya mengikuti pembelajaran di luar kelas. (har/rls)

 

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….