BERITA TERKINIEDUKASI

RJI Sulsel Gelar Evaluasi Program

×

RJI Sulsel Gelar Evaluasi Program

Sebarkan artikel ini
Relawan Jurnal Indonesia atau RJI Pengurus Daerah Sulsel gelar rapat evaluasi program dan mematangkan persiapan Workshop

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Relawan Jurnal Indonesia atau RJI Pengurus Daerah Sulsel gelar rapat evaluasi program.

Rapat juga mematangkan persiapan Workshop Akreditasi Editor dan Penulis serta Pelatihan Tata Kelola Jurnal Ilmiah berbasis OJS 3.5.

Kegiatan berlangsung di Coffee Shop Al-Fatih, Jalan Topaz Raya I, Panakkukang, Makassar, Selasa (22/9/2026).

Ketua RJI Sulsel, Dr Ir Akbar Iskandar MPd memandu rapat. Hadir sejumlah pengurus inti RJI. Antara lain; Dr Rizal Bakri MSi, Sekretaris RJI Sulsel Dr Muh Amran MPd, Dr Amirullah MPd, Bendahara Dr Nani Harlinda.

Hadir pula , Ketua Bidang Riset dan Pengembangan RJI Sulsel Dr Aan Aswari SH MH, serta Nasri A Muhammad Abduh dari bidang Humas dan Pengelolaan Informasi.

Laporan Pertanggungjawaban

Laporan pertanggungjawaban mengawali pertemuan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan Training Pengelolaan OJS 3 yang RJI Sulsel selenggarakan, Juni 2026.

Evaluasi untuk melihat pelaksanaan program, pengelolaan kegiatan, serta berbagai hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan dalam penyelenggaraan program RJI Sulsel.

Materi berlanjut pembahasan penyusunan agenda kegiatan RJI Sulsel untuk penghujung tahun 2026.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah rencana pelaksanaan workshop untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal ilmiah.

Khususnya dalam memahami proses akreditasi, pengelolaan jurnal, dan pemanfaatan sistem Open Journal Systems (OJS).

Workshop mencakup Akreditasi Editor dan Penulis serta Pelatihan Tata Kelola Jurnal berbasis OJS 3.5. Kegiatan bakal menjadi ruang peningkatan kompetensi bagi pengelola jurnal ilmiah, baik editor maupun penulis.

Standar Pengelolaan Jurnal

Sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai standar pengelolaan jurnal dan tuntutan tata kelola publikasi ilmiah yang terus berkembang.

Dalam pembahasan awal, kegiatan akan berlangsung di Universitas Hasanuddin. Namun, Perpustakaan Unhas belum bersedia menjadi tuan rumah. Pengurus RJI bakal membahas alternatif tempat pelaksanaan.

Baca Juga  Masyarakat Sulsel Punya Akar Budaya Literasi Kuat

Dalam rapat tersebut, Dr Aan Aswari SH, MH, bersedia mendukung pelaksanaan kegiatan di Universitas Muslim Indonesia.

Dengan demikian, workshop bakal berlangsung sekitar akhir November 2026 atau awal Desember 2026 di lingkungan UMI.

Kebutuhan Pengelola Jurnal

Ketua RJI Sulsel, Dr Ir Akbar Iskandar MPd, menegaskan akan membahas materi workshop pada rapat berikut.

Penyusunan materi menjadi bagian penting agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan pengelola jurnal, khususnya menghadapi tuntutan akreditasi dan pengelolaan jurnal berbasis OJS.

“Materi yang akan menjadi bahan pelatihan akan dibicarakan pada rapat selanjutnya. Pendek kata, workshop ini bakal terlaksana di akhir tahun ini,” ujar Akbar Iskandar.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya RJI Sulsel menjaga kesinambungan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Ekosistem Publikasi Ilmiah

Evaluasi tidak hanya pada aspek administratif dan keuangan, tetapi juga pada substansi program dan kebermanfaatannya bagi komunitas pengelola jurnal ilmiah.

Melalui evaluasi dan perencanaan berkelanjutan, RJI Sulsel berkomitmen terus berperan dalam peningkatan kapasitas pengelola jurnal dan ekosistem publikasi ilmiah di Sulsel.

Rencana workshop akhir tahun tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kompetensi editor, penulis, dan pengelola jurnal dalam mewujudkan tata kelola publikasi ilmiah yang semakin profesional dan sesuai dengan standar yang berlaku. ***

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….