MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan, BBGTK Sulsel Dr Arman Agung MPd membuka MPLS di SDN Lae-Lae 1 dan SMPN 41 Makassar.
Kepala BBGTK Sulsel, Arman Agung membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Lae-Lae 1 yang satu atap dengan SMPN 41 Makassar, Senin (13/6/2026).
Saat itu, hadir mendampingi Arman Agung, Kepala SMPN 41 Makassar Muhtar SPd MPd dan Kepala SDN Lae-Lae1 Fajriah Sari Sullaisah SPd. Hadir pula Fauzan mewakili Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Kepala BBGTK Sulawesi Selatan bersama rombongan menyeberang ke Pulau Lae-Lae dari Dermaga Kayu Bangkoa Jl Pasar Ikan, Makassar, sekitar pukul 07.00 Wita.
Hadir dalam rombongan tersebut antara lain, Kabag BBGTK Sulsel Dr Ayatollah Hidayat, Riza Putra, Alfian, dan sejumlah staf lainnya.
Hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan, Wahidah Arman Agung.
Upacara sederhana berlangsung di halaman sekolah yang secara administratif masuk dalam Kecamatan Ujungpandang, Makassar itu. Hadir para guru kedua sekolah tersebut dan orang tua murid baru.
Pengalaman Tak Terlupakan
Sebelum memasangkan atribut yang menandai awal masuk sekolah kepada dua murid SD dan dua murid SMP, Arman Agung menyampaikan pesan tertulis Mendikdasmen terkait MPLS di seluruh Indonesia.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat memulai tahun ajaran baru dalam keadaan sehat dan penuh semangat,” kata Arman Agung membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar Menengah, Prof Abdul Mu’ti.
Dia melanjutkan, “Izinkan saya menyampaikan salam hangat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah kepada seluruh warga sekolah. Hari ini kami hadir untuk menyapa dan memberikan semangat kepada anak-anak Indonesia yang memulai perjalanan baru di sekolah.”
Anak-anakku yang saya banggakan, lanjut Mendikdasmen, hari ini adalah hari yang istimewa. Bagi murid baru, hari ini mungkin menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Ada yang datang dengan penuh semangat, ada yang masih malu-malu, bahkan mungkin ada yang merasa gugup karena bertemu teman, guru, dan lingkungan yang baru.
“Semua perasaan itu adalah hal yang wajar. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa sejak hari pertama sekolah, setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dilindungi. Tidak ada anak yang merasa sendirian. Tidak ada anak yang merasa takut datang ke sekolah. Itulah semangat MPLS Ramah dengan tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah,” pesan Mendikdasmen.
Pesan Presiden
Anak-anakku yang saya banggakan, lanjut Mendikdasmen, sesuai pesan Bapak Presiden, mari kita awali tahun ajaran baru ini dengan semangat untuk anak Indonesia hebat.
Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Menghormati dan mencintai orang tua dan guru; Belajar dengan baik dan sungguh-sungguh; Rukun dengan teman; dan Mencintai tanah air Indonesia.
“Selamat mengikuti MPLS Ramah. Selamat memulai hari baru. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan kepada kita semua. Salam Anak Indonesia Hebat! Sehat, Cerdas, Berkarakter!,” kata Mendikdasmen.
MPLS, bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah. MPLS adalah awal untuk membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan persahabatan.
Mulai Dari Hal Sederhana
Selama lima hari ke depan, manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal guru, mengenal teman-teman baru, mengenal lingkungan sekolah, serta mulai membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi bekal untuk meraih cita-cita.
Anak-anakku, Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua. Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perundungan, tidak boleh ada perpeloncoan, dan tidak boleh ada tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan.
“Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak seluruh murid Indonesia menghidupkan semangat Rukun Sama Teman,” tutur Abdul Mu’ti.
Rukun bukan berarti semua harus sama. Rukun berarti saling menghargai, saling membantu, saling menyemangati, dan saling menjaga.
Mulailah dari hal-hal sederhana. Sapa teman yang baru kalian kenal. Ajak bermain teman yang masih sendiri. Bantu teman yang mengalami kesulitan.
Biasakan mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Jika melihat teman diperlakukan tidak baik, jangan diam. Sampaikan kepada guru agar dapat segera dibantu.
Ingatlah, menjadi murid yang hebat bukan hanya karena nilainya tinggi, tetapi juga karena mampu menjadi teman yang baik.
Pengalaman Menyenangkan
Bapak dan Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati, Hari pertama sekolah sering kali menjadi kenangan yang akan diingat oleh seorang anak sepanjang hidupnya.
Karena itu, mari kita jadikan MPLS sebagai pengalaman yang hangat, menyenangkan, inklusif, edukatif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perpeloncoan.
Senyum, sapaan, perhatian, dan pendampingan dari Bapak/Ibu Guru akan menjadi kesan pertama yang membangun rasa percaya diri murid untuk belajar dan berkembang.
Hadirin yang saya hormati, Semangat ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi setiap anak. Sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang menghasilkan murid berprestasi.
Sekolah yang hebat adalah sekolah yang membuat setiap anak merasa aman untuk belajar, nyaman untuk bertanya, berani mencoba, dan bahagia menjadi dirinya sendiri. ***












