MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Enrekang, Dr Ismaya bicara Literasi Informasi di Bimtek Sinjai.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sinjai menggelar Bimtek (Bimbingan Teknis) dengan mendatangkan tiga pemateri.
Peserta Bimtek berlangsung tiga hari, dari tanggal 20-22 Mei 2026 itu, guru, pustakawan, dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai.
Dr Ismaya, akademisi sekaligus putri daerah asal Kabupaten Sinjai, dipercaya menjadi salah satu dari tiga pemateri dalam kegiatan Bimtek Literasi Informasi tersebut.
Kritis Memahami Informasi
Dalam sesi pemaparannya, Ismaya menekankan pentingnya kemampuan literasi informasi di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi saat ini.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring dan memahami informasi secara kritis agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Literasi informasi saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Kemampuan membaca saja tidak cukup, tetapi juga harus mampu memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara bijak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ismaya.
Ia juga mengajak peserta terus meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia yang kritis dan berdaya saing.
Kehadiran Ismaya sebagai pemateri mendapat perhatian peserta karena selain dikenal sebagai akademisi, ia juga merupakan putri asli Sinjai yang berhasil meniti karier di dunia pendidikan tinggi dan literasi.
Kelahiran Sinjai
Ismaya lahir di Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, 22 Juli 1983. Dia dikenal sebagai akademisi yang aktif di bidang perpustakaan, literasi, dan pendidikan tinggi.
Selain menjabat dekan di Universitas Muhammadiyah Enrekang, Ismaya juga aktif sebagai tutor di Universitas Terbuka dan pengurus Badan Akreditasi Nasional PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah (BAN PAUD dan DASMEN) Sulawesi Selatan.
Dia mengawali perjalanan pendidikannya dari Diploma II Ilmu Perpustakaan di Universitas Terbuka.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Ilmu Perpustakaan, Magister Perpustakaan dan Informasi Islam, hingga meraih gelar Doktor di bidang Dakwah dan Komunikasi di UIN Alauddin Makassar. (ran)













