BERITA TERKINIPEMERINTAH DAERAHPOLKUMHAM

Wakil Ketua DPRD Sinjai Apresiasi Musrenbang Sinjai Tengah

×

Wakil Ketua DPRD Sinjai Apresiasi Musrenbang Sinjai Tengah

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sinjai apresiasi Musrenbang Sinjai Tengah, Rabu (11/2/2026) di Desa Mattunreng Tellu, wilayah persawahan milik warga

MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Wakil Ketua DPRD Sinjai apresiasi Musrenbang Sinjai Tengah, Rabu (11/2/2026) di Desa Mattunreng Tellu.

Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Sinjai Tengah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Wakil Ketua I DPRD Sinjai, Fachriandi Mattoa, memuji pelaknsaan Musrenbang itu karena konsepnya berbeda dari sebelumnya.

Jika umumnya kegiatan berlangsung di aula pertemuan, Musrenbang tematik berbasis potensi lokal ini justru di area persawahan milik warga.

Simbol Keberpihakan

Hamparan sawah yang jadi latar kegiatan memberi makna tersendiri. Selain lebih dekat dengan sumber potensi daerah, pelaksanaan ini juga simbol keberpihakan terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

Fachriandi Matoa, menegaskan, pelaksanaan musrenbang di ruang terbuka seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata pelibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para petani.

“Pelaksanaan musrenbang ini tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar melibatkan seluruh pihak, termasuk para petani. Kehadiran kita di lahan sawah ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat didengar langsung di sumbernya,” ujar Fachriandi.

Menurut Fachriandi, dengan turun langsung ke lokasi potensi unggulan, proses perencanaan pembangunan menjadi lebih kontekstual dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Ia juga mengapresiasi upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam satu tahun terakhir, khususnya dalam mendukung pencapaian misi nasional seperti swasembada pangan dan swasembada energi.

Dukung Swasembada

“Kerja-kerja pemerintah daerah patut kita apresiasi, terutama dalam mendukung swasembada pangan dan swasembada energi. Ini selaras dengan arah kebijakan nasional,” tambahnya.

Dia menyampaikan bahwa cita-cita besar yang tertuang dalam RPJMD untuk mewujudkan Sinjai yang “SAMA-SAMAKI” mencerminkan semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun daerah.

“Keinginan dan cita-cita beliau yang tertuang dalam RPJMD untuk mewujudkan Sinjai yang ‘SAMA-SAMAKI’ tidak pernah berhenti diperjuangkan. Kami di DPRD akan selalu memastikan program Pemerintah Kabupaten berjalan sesuai rencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Polda Sulsel Gelar Pelatihan Pengamanan VIP Pilkada

Dengan konsep musrenbang yang lebih partisipatif dan berbasis potensi lokal, diharapkan perencanaan pembangunan Kabupaten Sinjai ke depan semakin tepat sasaran, berdaya guna, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ran)

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….