BERITA TERKINIRAGAM INFO

Dimutasi Ke Kajagung, Kajati Tarmizi Pamitan

×

Dimutasi Ke Kajagung, Kajati Tarmizi Pamitan

Sebarkan artikel ini

Pelepasan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu (03/07/2019). Tarmizi berpamitan kepada seluruh jajarannya, setelah dimutasi Kejagung. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Setelah menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat selama satu tahun lebih, Tarmizi dimutasi ke Kejagung sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaja Negara.

Suasana haru menyelimuti acara pelepasan dan pamitan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Tarmizi, Rabu (3/7/2019), yang berlangsung di Aula Kejati Sulselbar.

Mata mantan Kajati Aceh ini terlihat berkaca-kaca saat menyampaikan ucapan selamat tinggal di acara pelepasan yang dihadiri seluruh jajaran Kejati Sulselbar.

Baca Juga :
Surya Paloh Terbang Ke Singapura Beri Dukungan Kepada IYL Yang Terbaring Sakit

Dia menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan adhyaksa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

“Salah satu keberhasilan Kejati adalah atas semua dukungan kita semua. Jabatan yang saya dapatkan saat ini saya adalah berkat dari doa dari bapak dan ibu,” ujarnya.

Diketahui Tarmizi menjabat sebagai Kejati Sulselbar selama hampir 1 tahun 4 bulan. Posisinya di Kejati Sulselbar bakal digantikan pejabat baru dari Kejati Gorongtalo. (wan)

Baca Juga  Demo Mahasiswa di Depan Kejati Ricuh

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….