MAKASSARCHANNEL, SENGKANG WAJO – Sejumlah orang tua siswa di Kecamatan Tanasitolo, Wajo, mengeluh, usai berhujan-hujan sambut bupati murid sekolah sakit.
“Semmeng anakku. Flu dan panas badannya karena tadi waktu ada Pak Bupati, dia kehujanan,” ujar orang tua siswa salah satu SD di Kecamatan Tanasitolo, Senin (3/3/2025).
Sebagai informasi, Plt Kadis Pendidikan Wajo mengeluarkan imbauan agar sekolah memobilisi siswa ikut penyambutan bupati dan wakil bupati.
Atas imbauan itu, sejumlah anak sekolah terpaksa tetap berdiri di tepi jalan meski hujan deras mengguyur. Imbasnya mereka jatuh sakit.
Sejumlah kalangan menyayangkan imbauan Kepala Plt Dinas Pendidikan kepada sekolah yang memerintahkan siswa ikut dalam penyambutan Bupati dan Wakil Bupati.
“Ini kan hari libur. Bulan puasa lagi. Katanya disampaikan sama gurunya di sekolah,” kata sumber itu.
Dia melanjutkan, “Harusnya jangan terlalu paksakan anak-anak. Perhatikan juga situasi dan kondisi.”
Sejumlah kritik pun mengemuka. Seorang warga menyebut langkah Plt Kepala Dinas Pendidikan Wajo itu, berlebihan.
Bahkan menurut informasi, imbauan Plt Kepala Dinas Pendidikan Wajo itu, tanpa sepengetahuan Sekda Wajo, Armayani.
“Terlalu berlebihan caranya cari muka sama pak Bupati,” warga bernama Hasan Basri itu.
“Kasian anak-anak SD basah kuyup karena kehujanan hanya karena permintaan Kepala Dinas melakukan sambutan yang tidak pernah pak Bupati dan Wakil Bupati minta,” kata warga tersebut.
Polemik Penyambutan Bupati
Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Andi Rosman-dr Baso Rahmanuddin oleh siswa SD dan SMP menimbulkan polemik.
Andi Rosman-dr Baso Rahmanuddin bakal tiba di Kabupaten Wajo sekira pukul 12.00 Wita dan mengikuti sertijab di Gedung DPRD Wajo, Jl Rusa, Sengkang.
Sekretaris Daerah Wajo, Armayani mengaku tak pernah mengimbau Dinas Pendidikan melakukan penyambutan.
“Saya tidak pernah perintahkan Plt Kadis Pendidikan untuk melibatkan anak sekolah dalam penyambutan Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Armayani.
Momen Tak Tepat
“Tidak tepat momennya. Hari libur dan bulan puasa. Tentu akan menimbulkan kegaduhan antara orang tua siswa dan guru,” kata Armayani.
Bahkan, dia menyebut Plt Kepala Dinas Pendidikan, Alamsyah membuat keputusan sendiri.
“Saya rasa Plt Kadis yang mengeluarkan keputusan sepihak. Dia sendiri yang berkreasi itu. Intinya saya tidak mau tanggung jawab,” tegas Armayani.
Dekatkan Siswa Dengan Bupati
Terpisah, Plt Kepada Dinas Pendidikan Wajo, Alamsyah telah mengeluarkan imbauan melalui pesan Whatsapp.
“Iya, itu dilakukan sebagai momentum mendekatkan anak didik dengan Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang baru. Penjemputan ini dijadikan sarana mendekatkan generasi muda untuk menyongsong cita-citanya di hari esok bahkan menjadi motivasi bagi mereka,” sebut Alamsyah.
“Hanya sekolah yang dilintasi rombongan bapak Bupati dan Wakil Bupati yakni di Kecamatan Maniangpajo dan Tanasitolo,” kata Alamsyah membela diri.***













