BERITA TERKINIRAGAM INFO

698.130 Orang Miskin di Sulsel: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Meningkat

×

698.130 Orang Miskin di Sulsel: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Meningkat

Sebarkan artikel ini
698.130 Orang Miskin di Sulsel: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Meningkat seuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan
Ilustrasi (Foto: Makassarchannel/mus)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menunjukkan jumlah orang miskin di Sulsel hingga Maret 2025 tercatat 698.130 orang.

Jumlah ini setara dengan setara 7,60 persen dari total penduduk Sulawesi Selatan 9,4 juta jiwa (2024).

Angka ini menurun sebanyak 38.350 ribu orang atau sekitar 0,46 persen poin pada periode yang sama tahun sebelumnya (Maret 2024), mencapai 736.480 ribu orang atau 8,06 persen.

Bahkan dibandingkan dengan September 2024 (711.770 ribu orang atau 7,77 persen). Tren penurunan ini tetap terlihat konsisten.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menyampaikan capaian ini menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir, sejak tahun 2020.

”Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jelas terlihat penurunan,” kata Aryanto dalam konferensi pers, Jumat (25/7/2025).

Perbaikan

Mengutip situs resmi Pemprov Sulsel, Aryanto mengatakan, meski masih tergolong tinggi, disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan menunjukkan perbaikan.

Di wilayah perkotaan, tingkat kemiskinan tercatat 5,14 persen atau turun 0,07 persen poin dari data September 2024 (5,21 persen).

Sementara di perdesaan, angka kemiskinan turun 0,23 persen poin dari 10,11 persen (September 2024) menjadi 9,88 persen per Maret 2025.

Jika membandingkan dengan rata-rata nasional yang berada di angka 8,47 persen, kata Aryanto, tingkat kemiskinan di Sulsel masih tergolong lebih rendah.

Ketimpangan Meningkat

Namun demikian, menurut Aryanto, gini ratio (indeks gini) ketimpangan pengeluaran di Sulsel mengalami peningkatan tipis.

Pada Maret 2025 tercatat 0,363 poin, naik 0,003 poin dari posisi September 2024 (0,360 poin).

Ini menandakan bahwa ketimpangan masih menjadi tantangan tersendiri meski angka kemiskinan menurun. ***

Tinggalkan Balasan