BERITA TERKINIRAGAM INFO

38 Pesawat Perbaikan Darurat, Pemilik Tiket Diminta Hubungi Maskapai

×

38 Pesawat Perbaikan Darurat, Pemilik Tiket Diminta Hubungi Maskapai

Sebarkan artikel ini
38 Pesawat Airbus Perbaikan Darurat, Pemilik Tiket Diminta Hubungi Maskapai karena perbaikan berlangsung tiga sampai lima hari
Pesawat Airbus seri A320. (Foto: Situs Airbus)

MAKASSARCHANNEL – Sebanyak 38 unit pesawat produksi Airbus seri A320 beberapa maskapai di Indonesia terkena recall Airbus untuk perbaikan sistem perangkat lunak (software).

Perbaikan darurat ini diperkirakan berlangsung tiga sampai lima hari mulai 30 November 2025.

Enam maskapai yang mengoperasikan Airbus A320 di Indonesia adalah Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia Airasia, Pelita Air, dan Transnusa.

Kementerian Perhubungan mengimbau penumpang yang telah memiliki tiket di rentang waktu 30 November hingga 4 Desember agar berkoordinasi dengan pihak maskapai.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing Airline,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Lukman juga menyampaikan agar seluruh pengelola bandara dan maskapai dapat melakukan penyesuaian.

Tindakan tersebut untuk mengantisipasi jika proses perbaikan menyebabkan delay atau pembatalan penerbangan.

Kemenhub juga menginformasikan saat ini maskapai terkait sedang melakukan perbaikan perangkat lunak.

Tindakan ini memenuhi perintah dari Airbus untuk kelaikan terbang.

Ditjen Perhubungan Udara juga menginstruksikan kepada seluruh operator penerbangan agar memiliki komputer Aileron Elevator (ELAC) yang layak pakai sebelum penerbangan selanjutnya.

Menurut Lukman, kondisi ini akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyak pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia.

6.000 Unit Airbus di Seluruh Dunia

K3-38 unit pesawat di Indonesia itu merupakan bagian dari total 6.000 unit Airbus A320 di seluruh dunia yang kena recall untuk perbaikan.

Reuters memberitakan pabrikan Airbus menemukan semburan radiasi matahari (solar flares). Radiasi tersebut berpotensi merusak data penting bagi fungsi kontrol penerbangan A320.

Pihak Airbus pertama kali menemukan masalah ini dari penerbangan JetBlue dari CanCun penerbangan Meksiko menuju Newark, New Jersey, pada 30 Oktober 2025.

Saat kejadian, pesawat signifikan mengalami kehilangan ketinggian. Pesawat A320 Jetblue terpaksa melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, AS.

Federal Aviation Administration (FAA) kemudian menyelidiki kejadian tersebut. ***

Tinggalkan Balasan