BERITA TERKINIRAGAM INFO

174 Orang Meninggal, Bencana di Sumatra

×

174 Orang Meninggal, Bencana di Sumatra

Sebarkan artikel ini
174 Orang Meninggal, Bencana di Sumatera, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Evakuasi korban banjir di Sibolga, Sumatra Utara. (Foto: Instagram Basarnas)

MAKASSARCHANNEL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (28/11/2025) malam merilis data korban jiwa bencana banjir dan longsor di Sumatra, tercatat total 170 orang meninggal dunia.

Kepala BNPB Suharyanto mengemukakan hingga Jumat sore, selain 174 orang meninggal, 12.546 kepala keluarga (KK) mengungsi.

Menurut Suharyanto, angka-angka tersebut masih berkembang, karena masih ada sejumlah wilayah yang belum bisa diakses. Proses pencarian dan pendataan masih terus berlangsung.

Di Sumatra Utara

Sesuai data BNPB, jumlah korban meninggal terbanyak di Provinsi Sumatra Utara yakni 116 orang. Sementara 42 orang masih dalam pencarian.

Sedangkan jumlah pengungsi di Sumut tersebar di berbagai wilayah dengan total 3.840 KK.

Sementara untuk wilayah Mandailing Natal, belum ada laporan korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Suharyanto mengemukakan masih ada beberapa titik longsor yang belum bisa diakses yang memungkinkan ada korban jiwa di lokasi tersebut.

Di Aceh

Di Provinsi Aceh, BNPB mendata 35 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, dan 8 warga luka-luka.

Menurut Suharyanto, sejumlah wilayah di Aceh juga masih terisolasi sehingga pendataan belum terlaksana secara menyeluruh.

Sementara untuk jumlah pengungsi di Aceh hingga Jumat sore mencapai 4.846 KK.

Sesuai informasi, BNPB, ada beberapa kabupaten/kota yang masih terputus, belum bisa mengakses sampai seluruh kabupaten/kota.

Di Sumatra Barat

Sedangkan di Sumatra Barat, BNPB mencatat 23 orang meninggal, 12 orang hilang, dan 4 orang luka-luka.

Untuk jumlah pengungsi di Sumbar mencapai 3.900 KK. Padang Pariaman menjadi daerah paling parah terkena dampak.

Meski tidak sama dengan Sumatera Utara, BNPB menilai dampak bencana di Sumbar tetap besar dan masif.

“Kalau membandingkan dengan skala bencananya, misalnya Sumatra Barat sendirian, ya ini sangat-sangat besar dan sangat masif,” katanya.

Menurut Suharyanto, Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, serta pemerintah daerah masih bekerja keras membuka akses yang terputus untuk pencarian korban.

BNPB mengerahkan dukungan logistik dan fasilitas komunikasi darurat untuk penanganan di lapangan. ***

Tinggalkan Balasan