Lurah yang mengaku bertugas di tiga kecamatan berbeda ini mengaku, langsung teringat K-Apel saat presentasi di hadapan tim ahli Wali Kota Makassar tentang lorong wisata. Apalagi, Pemkot Makassar menargetkan 5000 lorong akan jadi destinasi wisata kota.
“Saya promosikan Lorong Daeng Jakking. Karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan K-Apel sudah mencakup semua, yakni ramah anak, religius, literasi, isu lingkungan, kuliner, dan wisata,” puji Isvan, yang menilai semangat merupakan nyawa K-Apel.
Berita Terkait :
Mahasiswa Unhas KKN Di Komunitas Anak Pelangi
Ketua K-Apel, Rezky Amelia Syafiin, mengungkapkan kegiatan yang dilakukan K-Apel, selama ini dijalankan ibu-ibu dan anak-anak. Sebagai orang yang juga pernah jadi binaan K-Apel, dia mengaku tahu betul semangat mereka.
Dikatakan, tahun ini mereka fokus pada lingkungan hidup dengan pendekatan budaya. Pembacaan puisi dalam bahasa Makassar yang ditampilkan, sebagai upaya pelestarian budaya daerah dan mengimpikan lorong Daeng Jakking jadi lorong pengelolaan sampah dan bisa jadi role model seperti kegiatan yang dia lihat di Malino.













