Hasan Hamido berharap, semoga karya guru-guru SDIT Ar-Rahmah dalam bentuk buku itu, bisa menambah koleksi dan khasanah keilmuan serta jadi referensi di perpustakaan Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo, menganggap luar biasa kemajuannya yang dicapai guru-guru SDIT Ar-Rahmah. Karena di masa pandemi banyak pengalaman dan pembelajaran yang sudah ditulis.
Berita Terkait :
Anggota DPRD Hadiri Launching Buku Perpustakaan Lorong
Tenri mengatakan, dari pengalaman selama pandemi, tergambarkan bahwa tidak mudah menjadi guru. Dia lalu mendorong guru-guru lain untuk menulis dan merangkum tulisannya dalam bentuk buku.
“Karena setiap orang punya pengalaman yang bisa jadi pembelajaran dan ditiru oleh guru-guru lainnya serta anak-anak,” paparnya.
Kepala SDIT Ar-Rahmah, Jusriah Kadir, menceritakan proses penerbitan buku diawali dengan pelatihan di tahun 2018. Cuma karena sekolahnya menerapkan full day school, sehingga terkendala waktu untuk menulis. Namun ketika virus corona melanda, semuanya berubah.
“Salah satu yang memotivasi kami menulis adalah masa pandemi, yang ingin dikenang dan jadi bukti terkait apa yang dilakukan selama pandemi tersebut,” ungkapnya.













