MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Warga Saukang Sinjai Timur nikmati biogas dari limbah
ternak melalui Program Kampung Energi Terpadu PLN UID Sulselrabar.
Pemanfaatan energi tersebut berdampak positif bagi warga karena gas dari limbah
ternak tersebut menjadi sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah
tangga.
Melalui pengolahan limbah ternak, warga tidak lagi bergantung pada gas LPG untuk memasak.
Energi ramah lingkungan tersebut mampu menekan pengeluaran rumah tangga
sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang lebih bersih dan
berkelanjutan.
Pupuk Organik
Tak hanya menghasilkan energi, sisa olahan biogas juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Hal ini memberi nilai tambah bagi sektor pertanian warga karena dapat meningkatkan kesuburan lahan dan hasil panen.
Dengan demikian, program ini menghadirkan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Saat ini, delapan kepala keluarga di Desa Saukang telah merasakan langsung manfaat program tersebut.
Warga menyambut baik kehadiran Kampung Energi Terpadu karena lebih aman, ekonomis, dan berkelanjutan dibandingkan penggunaan gas konvensional.
Respons Bupati Sinjai
Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, menilai program tersebut sebagai terobosan strategis dalam mendorong kemandirian energi masyarakat desa.
Menurut Bupati Ratnawati Arif, inovasi berbasis lingkungan seperti ini sangat relevan untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Manager PLN ULP Sinjai, Muh Ridha Modeong, menjelaskan bahwa Program Kampung Energi Terpadu merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
Program ini diawali dengan pemberian dukungan sarana instalasi biogas melalui Yayasan Peduli Bangsa sebelum kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Saat ini sudah ada delapan kepala keluarga yang merasakan manfaatnya. Pada tahap awal, PLN memberikan bantuan kepada Yayasan Peduli Bangsa untuk membangun sarana biogas tersebut,” ungkap Ridha.
Dengan manfaat yang telah dirasakan warga, Program Kampung Energi Terpadu diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas ke desa-desa lain di Kabupaten Sinjai, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati energi ramah lingkungan dengan biaya terjangkau. (ran)













