BERITA TERKINIRAGAM INFO

Warga Mamasa di Makassar Bentuk Perhimpunan, Deklarasi 20 September

×

Warga Mamasa di Makassar Bentuk Perhimpunan, Deklarasi 20 September

Sebarkan artikel ini
Warga Mamasa di Makassar Bentuk Perhimpunan, Deklarasi 20 September di Balai TNI Manunggal dihadiri Bupati Mamasa
Ketua Perhimpunan Masyarakat Mamasa (PMM) Makassar dan rombongan melakukan adiensi ke Pemkot Makassar, Selasa (16/9/2025) diterima Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkfily Nanda. (Foto: Situs Pemkot Makassar)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Warga asal Mamasa, Sulawesi Barat, di Kota Makassar membentuk wadah perhimpunan, rencana melaksanakan deklarasi 20 September 2025 di Balai Manunggal, Makassar.

Gagasan membentuk wadah persatuan ini sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antarwarga melalui Perhimpunan Masyarakat Mamasa (PMM).

Deklarasi akan dihadiri Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, sejumlah tokoh masyarakat, serta diaspora Mamasa dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Bali.

Mengutip situs resmi Pemkot Makassar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda menyatakan melalui PMM, ia mengajak warga Mamasa berkointribusi membangun Kota Makassar.

“Kita apresiasi adanya PMM ini. Jadi, warga Mamasa di sini punya wadah menyampaikan segala hal melalui organisasi resmi,” kata Sekda Zulkifly saat menerima rombongan PMM di Ruang Rapat Sekda Lantai 3 Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (16/9).

Ketua Umum PMM Dr Djonny Ferianto Sambokaraeng Pualillin menyatakan akan mengundang Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri deklarasi PMM.

“Insya Allah, undangan PMM akan kami sampaikan ke Pak Wali. Harapan kita, sekali lagi PMM ini bisa bersinergi mendukung program pemerintah kota,” jelasnya.

Tersebar Kelompok Kecil

Menurut Djonny Ferianto, komunitas Mamasa di Makassar tersebar dalam kelompok-kelompok kecil berbasis kampung. Namun belum ada forum besar yang menyatukan seluruh warga.

“Selama ini kami banyak wadah kecil, misalnya dari kampung A, kampung B, jumlahnya sekitar 30-an. Namun, belum ada ruang komunikasi yang lebih besar. Karena itu, kami bersepakat membentuk organisasi agar koordinasi lebih baik,” papar Djonny.

Jumlah warga Mamasa di Makassar sekitar 20 ribu orang, belum termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan.

Angka tersebut, kata Djonny, menjadi dasar pentingnya membentuk wadah persatuan agar sesama perantau dapat saling mengenal dan membantu. Terutama ketika ada yang mengalami kesulitan.

Selain deklarasi, kegiatan awal organisasi ini ada dialog dengan Bupati Mamasa untuk membahas peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah.

“Ujung-ujungnya bagaimana kita bisa bersama-sama meningkatkan pembangunan masyarakat di Mamasa melalui jejaring perantau di Makassar maupun daerah lain,” papar dokter ahli kanker tersebut.

Ke depan, wadah ini tidak hanya bergerak di tingkat lokal Makassar, tetapi juga berkembang secara nasional.

Djonny mengungkapkan, jumlah warga Mamasa yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Organisasi ini bisa mampu memperkuat jejaring dan kontribusi bagi daerah asal maupun tempat tinggal para perantau. ***

Tinggalkan Balasan