MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meminta Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar menggenjot program urban farming (budidaya tanaman produktif pertanian di perkotaan).
Menurut Munafri Arifuddin atau Appi, program urban farming tidak sekadar mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit menjadi produktif.
Baca Juga: 6.000 RT akan Melaksanakan Urban Farming di Makassar
Tetapi juga dirancang terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah rumah tangga.
Melalui pendekatan ini, sampah organik menjadi kompos yang kemudian memanfaatkannya kembali mendukung kegiatan pertanian di kota.
Mengutip situs resmi Pemkot Makassar, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar agr menjadi leading sector mengakselerasi urban farming di setiap kelurahan.
Baca Juga: Aku Hatinya PKK Terintegrasi Dengan Urban Farming
Appi meminta Dinas Pertanian dan Perikanan berkoordinasi dengan dewan lingkungan agar kelompok masyarakat mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang memadai.
“Kita perlu maksimalkan program urban farming di semua wilayah. Maka keterlibatan aktif kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, dalam pembangunan di lorong,” jelas Appi di Makassar, Minggu (12/4/2026).
Kemandirian Pangan
Appi juga mengatakan, urban farming berkontribusi dalam kemandirian pangan.
“Tentu, urban farming adalah salah satu upaya untuk berkontribusi dalam kemandirian pangan,” tambah Appi.
“Kita bisa memanfaatkan keterbatasan lahan dengan pengetahuan serta ketelatenan,” lanjutnya.
Appi mengatakan, program Urban Farming di Kota Makassar cukup sukses. Bahkan, beberapa wilayah di Kota Makassar sudah bisa menciptakan ekosistem pemenuhan gizi dan ekonomi lokal.
Pengurangan Sampah
Konsep urban farming, kata Appi, juga menjadi solusi pengurangan sampah berbasis masyarakat.
Ia mencontohkan model peternakan skala kecil yang mampu menghasilkan telur setiap hari.
Dengan sistem pengelolaan limbah yang tidak menimbulkan bau, bahkan dapat menerapkannya di lahan terbatas.
“Sekarang beternak ayam tidak butuh lahan luas. Dengan sistem yang baik, bisa produktif dan ramah lingkungan,” terangnya. ***













