MAKASSARCHANNEL, SENGKANG WAJO – Di tengah rumor bakal mundur sebagai tuan rumah, KONI Wajo optimistis selenggarakan Porprov Sulsel XVIII 2026 sesuai agenda awal.
Sekretaris KONI Wajo, Muhammad Askar, mengatakan, “Sejauh ini kami dari KONI dan Pemkab Wajo belum pernah mengeluarkan pernyataan mundur selaku tuan rumah Porprov.”
Kendati demikian, pihaknya tak memungkiri kesiapan sejumlah venue cabang olahraga yang masih butuh pembenahan.
“Tapi ini berbicara tuan rumah bersama antara Wajo dan Bone. Artinya jika berbicara venue, kami bisa saling melengkapi satu sama lain karena tidak menutup kemungkinan venue yang ada di Bone juga tidak semuanya layak,”
papar Askar, Jumat (3/4/2026)
Dia melanjutkan, “Salah satu contoh venue Balap Motor Kita mungkin lebih representatif dibandingkan Bone. Begitupun sebaliknya ada beberapa venue di Bone lebih representatif dibanding venue yang ada di Wajo.”
“Jadi untuk alasan venue bagi kami bukanlah sebuah alasan untuk mundur sebagai tuan rumah,” sambung lanjut Askar.
Keterbatasan Dana
Tak hanya itu, KONI Wajo membeberkan soal keterbatasan dana penyelenggaraan pesta olahraga terbesar tingkat regional ini.
“Saya rasa hampir semua kabupaten/kota terdampak efisiensi anggaran dan tentu menjadi tantangan besar bagi semua kepala daerah agar memaksimalkan penggunaan anggaran itu sendiri,” urai Askar.
Olehnya itu, KONI Wajo menurut Askar, bersikeras dan menolak opini pengunduran tuan rumah yang beredar.
“Jadi kami dari KONI Wajo masih tetap optimis meskipun kami hanya menunggu hasil keputusan antara Pemerintah Provinsi dan KONI Provinsi (Ketua Terpilih) serta Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Andi Rosman,” tutur Askar.
Isu Mundur
Sebelumnya, beredar isu jika Kabupaten Wajo bakal mundur sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan (Porprov Sulsel) XVIII 2026.
Sebagai informasi, Kabupaten Wajo dan Bone menjadi tuan rumah olahraga multievent di Sulsel itu.
Isu Wajo kabarnya menarik diri karena venue tak siap dan keterbatasan anggaran dimiliki.
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel Abd Chalik Suang mengatakan, Wajo saat ini memiliki keterbatasan anggaran menyiapkan venue.
Apalagi, tongkat estafet bupati berpindah. Ketika Wajo bersedia jadi tuan rumah masih dipimpin oleh Amran.
Sekarang, Bumi Lamadukelleng itu dinakhodai oleh Andi Rosman. Jadi visi misi program berbeda, sehingga venue cabang olahraga (cabor) belum siap.
Selain itu, Wajo sebagai tuan rumah sebenarnya berharap adanya bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi untuk perbaikan venue.
Ternyata, Wajo tak mendapat bantuan anggaran untuk pelaksanaan Porprov Sulsel.
Padahal beberapa venue telah dimiliki, diantaranya, kolam renang, lapangan tembak dan lapangan bulutangkis.
Venue Butuh Perbaikan
Akan tetapi, masih ada venue lain butuh perbaikan sehingga perlu bantuan anggaran.
Meski begitu, Chalik Suang menegaskan, KONI Sulsel belum bersikap soal status tuan rumah Wajo. Ia menyampaikan, itu masih sekadar wacana.
“Kalau ada wacana mungkin, yang jelas dipindahkan itu belum ada. Belum ada kepastian Wajo menyerah,” kata Chalik Suang, Jumat (3/4/2026).
Untuk Bone, sebut dia, belum ada pernyataan juga akan mengundurkan diri. Namun, ada potensi mereka mundur jika menjadi tuan rumah tunggal.
“Sementara tidak ada kata mundur (Bone). Siapa tahu kalau sendiri mereka akan pertimbangkan,” kata Chalik Suang. ***













