Ia mengaku, Pemprov Sulsel telah membuat Pergub tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Provinsi Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman juga mengklaim, bahwa saat ini, rumah sakit yang menangani Covid-19 mulai menurun. Angka reproduksi (rt) di Sulsel pun sudah mulai memperlihatkan angka dibawah 1.
Berita Terkait :
Kabalai Prasarana Permukiman Temui Wagub Sulsel Bahas Ini
“Alhamdulillah. Kami harap kosong (pasien Covid-19). Dan tidak ada lagi pasien,” ujarnya.
Andi Sudirman juga menyebutkan, Pemprov Sulsel massif untuk tes swab, terlebih sudah ada beberapa laboratorium PCR. Bahkan, Pemprov kini memiliki mobil PCR tes.
Dalam massive contact tracing, katanya, “Melibatkan 700 tenaga surveilans kesehatan terlatih dalam penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak. 100 tenaga relawan dalam membantu PE dan pelacakan kontak di wilayah Kota Makassar. Kolaborasi dengan Unhas dalam penyiapan tenaga relawan pelacak kontak.”
“Sinergi, kolaborasi, dan solidaritas adalah kunci melawan pandemi Covid-19. Yakni sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/ Kota, Forkopimda, LSM, Pihak swasta dan dunia usaha. Semua unsur dan elemen terlibat mulai dari tenaga medis, relawan, toga-toma, TNI-Polri, akademisi; serta saling mendukung dan saling percaya,” katanya.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan mewakili Mendagri, merilis peta epidemologi Covid-19 yang menunjukkan Sulsel masuk kategori risiko sedang, dengan 13 kabupaten/ kota berisiko rendah dan 11 kabupaten/kota berisiko sedang. (her)













