Pada rapat virtual itu, perwakilan Kementerian Keuangan, merilis persentase realisasi belanja APBD Provinsi se Indonesia Tahun Anggaran 2020. Hasilnya, berdasarkan Laporan Pemerintah Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah per 27 Agustus 2020, Sulsel berada di urutan pertama persentase realisasi belanja APBD provinsi se Indonesia.
Raihan itu melebihi persentase secara provinsi, bahkan secara nasional, yakni 62,55 persen. Disusul DKI Jakarta dengan persentase 60,62 persen.
Diakhir rakor, Tito Karnavian menyimpulkan, kinerja pemerintah daerah perlu ditingkatkan baik pada aspek penanganan kesehatan, maupun upaya pemulihan perekonomian daerah.
Berita Terkait :
Ditemui Dirjen HAM, Wagub Sulsel Usulkan Ini
Dukungan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan program PEN terkait daerah sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah diharapkan mengakselerasi kinerja APBD dan merancang program pemulihan ekonomi daerah yang sinergis dengan palaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan pemerintah pusat.
Usai Rakor, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa Rakor ini merupakan visi untuk PEN. Pemprov Sulsel memiliki strategi khusus menangani Covid-19.
Tentang Sulsel yang berada di urutan pertama penyerapan belanja APBD 2020, Andi Sudirman mengatakan, “Alhamdulillah, karena dalam keadaan Covid-19 pun, kita tetap melakukan penyerapan. Jadi Pemprov Sulsel dari awal, melakukan cepat tender, sehingga masih Covid pun, banyak yang tanda tangan kontrak. Jadi tender sudah berjalan, baru masuk Covid,” ucap Andi Sudirman.
“Strategi kami melakukan tender di awal tahun dan sudah ada beberapa yang kontrak seperti, program infrastruktur. Jadi begitu pandemi masuk, sudah banyak yang direalisasikan. Jadi, memang serapan anggaran semester I luar biasa,” tegasnya. (mun)













