MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Universitas Islam Makassar alias UIM bakal milad ke-59, Sabtu, tanggal 28 Juni 2025.
Alumni yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara pun sudah menyatakan kesiapan mereka menyukseskan gelaran tahunan almamater mereka.
Kabar rencana milad UIM itu sudah menyebar di sejumlah grup WA yang menghimpun alumni kampus tersebut.
Kampus yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al-Gazali itu bersama STAI Al Gazali melebur menjadi Universitas Islam Makassar.
Saat ini, UIM Al-Gazali memiliki berbagai fakultas dan program studi yang mencakup bidang pertanian, agama, pendidikan, teknik, dan lainnya.
Kecintaan Dan Kebanggaan
“Saya sangat berterima kasih kepada alumni UIM Al-Gazali, sekiranya hadir bersama memeriahkan Milad ke-59,” kata Sekretaris Rektor UIM, Dr Ir Musdalifah Machmud.
Dia menambahkan, “Milad ini sebagai rasa kecintaan dan kebanggaan kita kepada almamater.”
Musdalifah mengatakan, bersama Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry saat di Tanah Suci Mekah berdoa agar seluruh rangkaian kegiatan milad berjalan lancar.
“Kami juga berdoa kiranya seluruh alumni dan civitas akademika UIM sehat, dan diperlancar tugas dan aktivitasnya,” jelas Musdalifah, Rabu (11/6/2025).
Unggul Berkarakter Qurani
Bunda Ifah, sapaan akrab Ketua Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) Kota Makassar itu mengemukakan, tonggak sejarah Milad tahun ini sangat penting.
Dengan mengusung tema Unggul Berkarakter Qur’ani, milad ini menyoroti komitmen seluruh jajaran UIM tidak sekadar berjuang mencapai keunggulan akademis.
Tetapi juga dapat menanamkan nilai dan prinsip Islam yang kuat, dengan titik tekannya adalah Alquran.
Bunda Ifah mengakui, tema “Unggul Berkarakter Qur’ani” demikian terasa dalam lubuk sanubari begitu dalam.
Itu lantaran kampus yang pernah dipimpin tokoh perempuan Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir Majda M Zain itu menyadari pentingnya menyediakan pendidikan berkualitas tinggi sekaligus memelihara perkembangan spiritual dan moral.
Prinsip Ajaran Islam
“Tujuannya, agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki rasa etika, tanggung jawab sosial, dan pengabdian yang kuat terhadap prinsip-prinsip ajaran Islam,” urainya.
Di bagian akhir, mantan Pembantu Rektor I UIM ini melihat, selama 59 tahun, UIM telah menjadi pilar pendidikan penting di Makassar.
Serta Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur, melainkan merambah hingga di seluruh nusantara.
Dari awal berdirinya yang sederhana, kampus ini berbentuk sekolah tinggi, dan terus berkembang hingga menjadi UIM saat ini.
Kampus ini memperluas program akademik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. ***













