ToT menggunakan modul dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pasca Sarjana UPI. Materi yang dilatihkan meliputi pemahaman tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Undang-Undang Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA), demokrasi, dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
“Materi pelatihan ini memang jadi kebutuhan sekolah karena mengajarkan nilai-nilai utama PPK, seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas,” kata Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong.
Materi lain, tentang mengenal dan menguasai keterampilan atau kapasitas kedamaian, meliputi komunikasi efektif dan resolusi konflik. Juga tentang mengenal dan memiliki sikap kedamaian, yang mrncakup empati, respek, demokrasi dan nilai-nilai keadilan.
Baca Juga :
Eksotiknya Pantai Bara Bulukumba
Andi Etty Cahyani, S.Pd, guru SD Negeri Borong mengatakan, bahwa ToT ini bermanfaat bagi dirinya sebagai guru. Bahkan, dia mengusulkan agar pendidikan kedamaian ini dikaitkan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) agar lebih konkrit.
“Supaya kita bisa mencegah kekerasan dan bullying di sekolah,” terang Andi Etty Cahyani.
Sebagai sekolah yang telah mencanangkan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), ToT ini diharapkan akan mendukung langkah-langkah preventif yang secara terus-menerus diupayakan. Apalagi materi-materi seputar perlindungan anak diberikan, untuk memperkuat pemahaman guru terkait hak-hak anak. (har)













