MAKASSARCHANNEL – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas Indonesia) menakar kekuatan dengan melawan Timnas Lebanon, Senin (8/9/2025) malam nanti.
Laga Friendly FIFA Matchday 2025 ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pukul 20:30 WIB.
Pada laga sebelumnya di tempat yang sama, Jumat (5/9/2025), Pasukan Garuda melibas Timnas China Taipei dengan skor 6-0.
Pertandingan kontra Lebanon bisa menjadikannya ajang untuk mengukur kekuatan, sebelum ke ronde 4, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Oktober 2025.
Meski menang telak melawan China Taipei atau Taiwan laga sebelumnya, tidak tepat menjadikannya indikator mengukur kemampuan.
Sebab, China Taipei berada di bawah level Timnas Indonesia dalam rangking FIFA. Tim Garuda berada di rangking 117, sedangkan Timnas Taiwan telah lama bertahan di posisi 141.
Karenanya, melawan Lebanon malam nanti, menjadi kesempatan bagi Patrick Kluivert untuk menimbang kekuatan. Melakukan eksperimen melalui pola, mengotak-atik komposisi pemain, serta strategi permainan.
Lebanon menjadi lawan berat bagi Rizky Ridho dan teman-teman. Sebab, tim dari Timur Tengah ini levelnya di atas rangking Indonesia. Tim yang ditukangi pelatih Miodrag Radulovic ini berada di posisi 112 rangking FIFA.
Mengubah Pola
Pada pertandingan melawan China Taipei, pelatih Patrick Kluivert melakukan eksperimen dengan mengubah pola.
Jika selama ini kerap menggunakan formasi 3-4-3, saat melawan Taiwan, pelatih asal Belanda ini menerapkan pola 4-2-3-1.
Dengan pola ini, lini pertahanan ada Jordi Amat, Rizky Ridho, Eliano Reijnders, dan Shayne Pattynama. Sedangkan dua personil di depan dihuni Nathan Tjoe-A-On dan Marc Klok.
Tiga penyerang lini depan Yakob Sayuri, Egy Maulana Vikri, dan Beckham Putra. Sementara satu ujung tombak diemban Ramadhan Sananta.
Pola ini tampak lebih flaksibel. Ketika bertahan, formasi berubah ke 4-4-2 untuk membentengi lini belakang dan tengah, menyisakan dua pemain depan menanti long ball serangan balik.
Kemungkinan Patrick Kluivert masih akan menerapkan pola ini menghadapi Lebanon malam nanti. Kemudian merolling atau merotasi pemain untuk melihat formulasi yang tepat. ***













