Terungkapnya data tersebut, berarti ada empat anggota keluarga inti Kepala Dusun Kambuno Barat yang menerima bantuan program yang sejatinya dibuat untuk keluarga miskin. Keempatnya adalah, Hadrianingsih (istri kepala dusun) bersama tiga anaknya yakni Atiya Ilmi Salsabila, Farisky Afra Farda, dan Fatima Azzahra.
Tentang masuknya nama tiga anaknya dalam daftar keluarga Indo Ara sebagai penerima manfaat PKH, Kepala Dusun Kambuno Barat, Syukri, membenarkan ketiga nama itu adalah anaknya. Namun dia mengatakan, tidak tahu, mengapa nama mereka bisa tercatat dalam Kartu Keluarga orang lain sebagai PKH.
Berita Terkait :
Wabup Andi Kartini Apresiasi Kesigapan Danramil Sinjai
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Sinjai, Ilham, yang ditemui di kantornya terkait masuknya nama anak kepala dusun sebagai penerima PKH dalam Kartu Keluarga milik orang lain, berjanji akan mengusut tuntas persoalan tersebut.
“Sepertinya ada yang atur dan ini harus diusut tuntas,” kata Ilham.
Terpisah, putri Indo Ara, Handayani, yang mengungkap dugaan pemotongan bantuan PKH ini mengaku sangat sangat kecewa dengan kejadian tersebut dan berencana membuat laporan ke aparat hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
Sementara Pendamping PKH yang menghandle Dusun Kambuno Barat, Ija, sampai berita ini ditayangkan belum bisa dihubungi. Telepon selulernya tidak aktif. (fir)













