MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Teliti konflik Poso antar I Ketut Yakobus raih gelar doktor di UNM dengan predikat sangat memuaskan dan IPK 3,92.
Dosen Tetap Yayasan Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) Poso Sulteng, I Ketut Yakobus STh MSi itu meraih gelar doktor pada bidang ilmu sosiologi di PPs-UNM, Senin (23/9/2019).
I Ketut tercatat sebagai doktor ke-815 PPs-UNM dan doktor sosiologi ke-153 PPs-Universitas Negeri Makassar.
Dia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul, Hibridisasi Wacana Resolusi Konflik Poso pada ujian promosi.
Direktur PPs-UNM, Prof Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd. memimpin ujian promosi tersebut.
Tampil selaku penguji, Prof Dr Jumadi Sahabuddin, M Si, Dr. Muhammad Syukur, M.Si, Dr. Aminuddin, M.Pd dengan penguji eksternal, Dr. Mansyur Radjab, M Si
Pada penulisan disertasi dengan Promotor, Prof Dr H. Muh Tahir Kasnawi, SU dengan Kopromotor, Prof Dr. Andi Agustang, M.Si dan Prof Dr. Hamsu Gani, M.Pd.
Penyebab Konflik
Dalam simpulan disertasinya, I Ketut mengatakan, penyebab konflik dan kekerasan di Poso ada lima faktor yakni, politik, kesenjangan sosial dan ekonomi, pendidikan, budaya, dan ideologi.
Salah satu penyebab konflik dan kekerasan berkepanjangan di Poso, katanya, adalah karena adanya konflik interest, penanganan konflik bersifat dominasi, parsial, tidak partisipatif, dan bersifat refresif.
Strategi aktor memproduksi dan mereproduksi wacana dalam arena konflik Poso berlangsung terencana, sistematis, dan berkesinambungan menggunakan wacana agama untuk melegitimasi terjadinya konflik dan kekerasan.
Proses hibridisasi wacana dalam resolusi konflik Poso belum berjalan maksimal, karena yang terjadi justru dominasi wacana.
Inisiasi Pemerintah
Wacana resolusi konflik yang digulirkan bukan merupakan perpaduan dari wacana unggul dalam resolusi konflik Poso dan tidak terjadi secara kultural, tetapi lebih banyak atas inisiasi pemerintah.
Turut hadir Rektor UNKRIT Amosius RAB Meringgi SP MP, Ketua Yayasan UNKRIT Pdt Onesimus Lagarinda MTheo.
Dekan Fakultas Ekonomi Unkrit, Ch.E Fajar Sangkide,SE, MM, serta Ketua Prodi S3 Pendidikan Ilmu Ekonomi, Prof Dr. Imran Chalid Musa, M.Si. (har)













