Meski memaketkan trah Muhammad Yasin Limpo dan Nurdin Halid, koalisi ini gagal memenangkan usungannya dalam pertarungan dengan tiga pasangan calon lainnya. Bahkan, menempati posisi paling buncit karena hanya mampu meraih 25.810 suara atau 4,9 persen.
Hasil hitung resmi KPU pasangan calon nomor urut satu Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) sebagai pemenang dan kini telah dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar setelah meraih suara 218.907 atau 41,3 persen suara pemilih.
Berita Terkait :
Nurdin Halid Optimistis Golkar Menangkan Pilwali Makassar
Pasangan nomor urut dua Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando sebesar 34.70 persen atau 183.967 suara. Disusul pasangan nomor urut tiga Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan) sebesar 19,00 persen atau 100.783 suara.
Partai Golkar terakhir kali menang Pilwali Makassar pada tahun 2008 silam ketika berkoalisi dengan PDI Perjuangan, PBR, dan PDS mengusung pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur yang mampu meraih 370.912 suara atau 67 persen dari 559.996 suara sah.
Tahun 2013, Golkar gagal mempertahankan kemenangan di Pilwali Makassar. Kala itu, partai berlambang pohon beringin rimbun ini berkoalisi dengan PDI Perjuangan mengusung pasangan Supomo Guntur – Kadir Halid hanya mampu meraih 84.153 suara atau persentase 14,38 persen.
Pasangan yang mengusung Calon Wali Kota Supomo Guntur yang merupakan petahana Wakil Wali Kota ini kalah jauh dari pasangan Danny-Pomanto-Syamsu Rizal (Dia) yang meraup 182.424 suara atau 31,17 persen.
Kekalahan Partai Golkar berlanjut pada Pilwali Makassar 2018 ketika mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi. Pasangan yang diusung 10 partai politik itu dikalahkan kotak kosong yang memperoleh dukungan sebanyak 300.795 suara atau 53,23 persen, sedangkan calon tunggal hanya memperoleh suara 264.245 atau 46,77 persen dari total 565.040 suara. (res)













