Pada tingkat elektabilitas Capres dengan simulasi dua nama, Anies terlihat mengungguli Ganjar dengan selisih angka 3,9 persen. Lalu simulasi melawan Ganjar, Prabowo masih kalah karena hanya mengantongi angka 45,0 persen. Ganjar sendiri berhasil memperoleh angka 47,2 persen.
Sedangkan di pertarungan Anies vs Prabowo, Anies unggul 48,6 persen dan Prabowo hanya memperoleh angka 42,8 persen.
Sebagai informasi, perubahan ini terjadi karena adanya perpindahan pemilih saat pengerucutan nama tokoh politik yang tidak ada di dalam daftar pilihan.
Berita Terkait :
Ini Kelakar Anies Baswedan Soal Pilpres 2024 Saat Talkshow U20
Pengamat Politik, Rocky Gerung tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif.
Sebelumnya, filsuf dan akademisi Indonesia ini mengatakan pencalonan Anies dalam Pilpres 2024 tidak direstui oleh Presiden Jokowi.
“Jadi daripada berupaya untuk menyembunyikan naiknya elektabilitas Anies mending dipromosikan aja kan. Supaya mungkin Pak Jokowi tahu, Anies nih berbahaya jadi Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) bahwa dikeluarin lebih cepat kira-kira begitu,” katanya seperti dilansir dari Youtube Rocky Gerung Official, Selasa (27/9/2022).
Hasil survei CSIS menurut Rocky juga sangat politis dan ideologis, karena dibelakang lembaga survei ini berkumpul banyak konglomerat.
“Di CSIS gak ada main amplop, dia main persepsi, itu bedanya dia dengan lembaga survei lain,” kata Rocky.













