Sementara itu, Andi Noor Zaelan, saat ditemui di Ruang Komisi II DPRD Takalar, Rabu (22/7/2020), mempertegas apa yang disampaikan Nurdin.
Dia mengatakan, “Setelah dijelaskan, pihak Pemda.menyadari kekeliruannya.”
Terpisah, Sekretaris Dukcapil Takalar, Zubair, di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2020, mengakatan, “Jumlah 44 tenaga honorer terlalu banyak.”
Beritar Terkait :
BREAKING NEWS: Bupati Patuhi Perintah Mendagri, Pelayanan Disdukcapil Takalar Normal
Tentang opsi memberhentikan mereka jika memang tidak dibutuhkan, Zubair mengatakan, “Wah, itu wewenang Kadis. Cuma saja, saya menduga karena faktor kasihan, karena ada yang mengabdi atau bekerja di sini lebih dari 10 tahun.”
Zubair yang mengaku baru tugas di Dukcapil Takalar, awal tahun 2020 ini, mengatakan, “Melihat volume kerja yang ada di Dukcapil lumayan banyak, sementara jumlah ASN hanya 25 orang. Terasa sangat kurang sehingga kami telah usulkan ke BKD agar menambah personel.”
Soal jumlah ideal tenaga kerja yang dibutuhkan, sambil menggelengkan kepala Zubair mengatakan, “Tidak Tau.” (kin)













